Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Dampingi Pasien RS USU Medan dengan Doa dan Penguatan Rohani

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Sindar Purba, bersama para Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan bimbingan kerohanian (Bimroh) bagi pasien di RS USU Medan yang beralamat di Jalan Dr. Mansyur No. 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, pada Rabu (29/07/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Rohani, Semangat untuk Sembuh, dan Senantiasa Berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.” Turut hadir dalam kegiatan tersebut Drammes Lumbantobing, Mahla Tarigan, Asima Manik dan Jenty Sitanggang.

Bimbingan kerohanian difokuskan kepada pasien beragama Kristen yang sedang menjalani perawatan. Para penyuluh mengunjungi pasien dari satu kamar ke kamar lainnya untuk memberikan penguatan rohani, motivasi, serta doa agar para pasien tetap memiliki harapan, ketenangan hati, dan semangat dalam menjalani proses pengobatan.

Dalam setiap kunjungan, para penyuluh juga menyampaikan nasihat-nasihat yang membangun iman serta mengajak pasien untuk terus berserah kepada Tuhan. Suasana penuh kehangatan terlihat ketika para pasien menyambut kehadiran para penyuluh dengan sukacita. Kehadiran mereka menjadi penghiburan sekaligus penyemangat bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit.

Sindar Purba menyampaikan bahwa keyakinan dan sikap optimis memiliki peran penting dalam proses kesembuhan seseorang.
Menurutnya, kekuatan doa dan iman mampu memberikan semangat baru bagi pasien untuk terus berjuang hingga memperoleh kesembuhan.
“Obat yang paling mujarab adalah keyakinan dalam diri kita sendiri. Jika kita yakin bahwa Tuhan akan memberikan kesembuhan, maka kita akan memiliki semangat untuk terus berjuang. Namun jika kita terus pesimis, proses menuju kesembuhan akan terasa lebih berat. Karena itu, tetaplah berdoa, berharap, dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Sindar Purba.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh Mahla Tarigan yang memberikan hiburan rohani melalui doa bersama serta membawakan lagu-lagu gereja yang menenangkan hati para pasien. Alunan pujian tersebut menciptakan suasana penuh damai dan sukacita di ruang perawatan.

Melalui bimbingan kerohanian ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap pelayanan spiritual dapat menjadi pendamping bagi pelayanan medis, sehingga para pasien memperoleh kekuatan lahir dan batin, tetap berpengharapan, serta semakin dekat kepada Tuhan dalam menjalani proses penyembuhan.(SP/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *