Penyuluh KUA Medan Sunggal Hibur dan Kuatkan Mental Spiritual Pasien RS Jiwa Bina Karsa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, melaksanakan kegiatan bimbingan dan pembinaan rohani (Bimroh) bagi pasien di RS Jiwa Bina Karsa, Jalan Pales Tiga No. 19/Jalan Letjen Jamin Ginting Km. 9, Kota Medan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Heri Fitrian, M.A., dan diikuti oleh pasien beragama Islam di ruang pembinaan khusus.

Kegiatan diawali dengan pembacaan selawat bersama yang menghadirkan suasana teduh, damai, dan penuh kekhusyukan. Melalui lantunan selawat, para pasien diajak menenangkan hati, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani proses pemulihan. Suasana kebersamaan terlihat hangat ketika para pasien mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias.

Dalam tausiyahnya, Paidi mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat bersifat kekal dan abadi. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT telah menyiapkan dua tempat sebagai balasan atas seluruh amal manusia, yaitu surga bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta neraka bagi mereka yang terus-menerus berbuat kezaliman dan kemaksiatan.
“Kehidupan dunia hanyalah persinggahan. Karena itu, marilah kita memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki diri, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kelak menjadi penghuni surga yang penuh kenikmatan,” ujar Paidi.

Sementara itu, Heri Fitrian melengkapi materi dengan menjelaskan berbagai kenikmatan yang Allah SWT sediakan bagi penghuni surga. Ia menyampaikan bahwa di surga terdapat sungai-sungai yang mengalir berisi air yang jernih, sungai susu yang tidak berubah rasa, sungai madu yang murni, serta sungai khamar yang tidak memabukkan sebagai bentuk kemuliaan yang Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, muhasabah, dan salam-salaman antara penyuluh dengan para pasien sebagai bentuk penguatan mental, spiritual, dan kasih sayang. Melalui bimbingan rohani ini diharapkan para pasien semakin memiliki semangat untuk pulih, memperbaiki diri, serta terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bimbingan kerohanian menjadi salah satu ikhtiar penting dalam mendukung proses penyembuhan, karena kesehatan mental dan spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh.

Kegiatan bimbingan dan pembinaan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal di RS Jiwa Bina Karsa merupakan wujud nyata kepedulian Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat, termasuk pasien dengan gangguan kesehatan jiwa. Melalui penguatan nilai-nilai keimanan, motivasi, serta doa bersama, diharapkan para pasien memperoleh ketenangan batin, semangat menjalani proses pemulihan, dan semakin yakin bahwa dengan ikhtiar, doa, serta pertolongan Allah SWT, setiap ujian dapat dihadapi dengan penuh harapan menuju kesembuhan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *