Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Dampingi Pasangan Suami Istri dalam Praktik Ritus Baptis Bayi

Medan (Humas)- Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan persiapan penerimaan Sakramen Baptis Bayi pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah keluarga Sinaga/br. Sitanggang yang beralamat di Jl. Empat Lima, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Pendampingan ini merupakan bagian dari pembinaan kepada orang tua sebelum anak mereka menerima Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik.

Kegiatan pendampingan diikuti oleh pasangan suami istri Sinaga/br. Hutabarat. Dalam pertemuan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi mengenai “Praktik Ritus Baptis Bayi dalam Gereja Katolik”. Materi diberikan agar orang tua tidak hanya memahami makna Sakramen Baptis secara teologis, tetapi juga mengetahui tahapan dan tata cara pelaksanaan ritus Baptis Bayi.

Dalam penjelasannya, Roni menerangkan berbagai bagian penting dalam ritus Baptis Bayi, mulai dari penerimaan anak, penandaan dengan tanda salib, Liturgi Sabda, doa umat, doa pembebasan, pengurapan, pemberkatan air baptis, pengucapan janji baptis, hingga pembaptisan. Orang tua juga diperkenalkan dengan berbagai simbol yang digunakan dalam perayaan Baptis, seperti air, minyak suci, pakaian putih, dan lilin baptis beserta maknanya dalam kehidupan iman Kristiani.

Selain memberikan penjelasan, Roni juga mengajak pasangan Sinaga/br. Hutabarat untuk mempraktikkan secara langsung beberapa bagian dalam ritus Baptis Bayi. Praktik tersebut dimaksudkan agar orang tua memahami jawaban dan sikap yang perlu dilakukan selama upacara berlangsung. Dengan persiapan tersebut, orang tua diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian perayaan Sakramen Baptis dengan penuh kesadaran, iman, dan penghayatan.

Roni Antonius Sitanggang juga menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti setelah anak menerima Sakramen Baptis. Orang tua memiliki tugas penting untuk mendidik dan membimbing anak dalam iman Katolik, antara lain dengan mengajarkan doa, memperkenalkan Kitab Suci, membiasakan mengikuti Perayaan Ekaristi, serta memberikan teladan kehidupan yang mencerminkan kasih Kristus. Keluarga diharapkan menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal dan mengalami kasih Allah.

Melalui kegiatan pendampingan dan praktik Ritus Baptis Bayi ini, diharapkan pasangan Sinaga/br. Hutabarat semakin siap mendampingi anak mereka dalam penerimaan Sakramen Baptis. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk meneguhkan komitmen orang tua dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak, sehingga anak dapat bertumbuh dalam iman, mengenal Kristus, mencintai Gereja, dan kelak mampu menghayati kehidupan sebagai umat Katolik dengan setia.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *