Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Sindar Purba, S.Th., M.Pd., sukses melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (BP) bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa, Jalan Pales III, Medan. Kegiatan yang berlangsung pada kamis (6/8/2026) ini diikuti dengan antusias oleh seluruh pasien rawat inap yang beragama Kristen. Kehadiran penyuluh menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memberikan pelayanan mental spiritual bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan.
Rangkaian kegiatan keagamaan ini berjalan dengan tertib dan penuh khidmat berkat pendampingan langsung dari pihak manajemen RSJ Bina Karsa. Kolaborasi yang baik antara institusi keagamaan dan pihak rumah sakit ini memastikan seluruh pasien mendapatkan ruang yang aman untuk beribadah. Kehadiran manajemen juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para penyuluh dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pelayanan rohani tersebut.
Acara diawali secara interaktif melalui sesi Kidung Pujian bersama untuk mencairkan suasana dan membawa keteduhan hati bagi para pasien. Nyanyian pujian ini berhasil membangun atmosfer yang positif, membangkitkan rasa sukacita, serta mempersiapkan mental spiritual para peserta sebelum menerima siraman rohani. Sesi awal ini menjadi jembatan penting untuk menarik fokus dan konsentrasi pasien selama kegiatan berlangsung.
Memasuki agenda utama, Sindar Purba menyampaikan Bimbingan rohani yang Alkitabiah dengan mengangkat tema “Apa Bedanya dengan Mereka, Kita Juga Bisa”. Melalui paparan ini, beliau menekankan bahwa setiap manusia berharga di mata Tuhan tanpa memandang kelemahan fisik maupun mental. Landasan firman Tuhan diambil dari kitab Mazmur 139:14, yang menyatakan: “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”
Suasana motivasi di dalam ruangan semakin kuat dengan kehadiran Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K., Penyuluh Agama Kristen dari Kecamatan Medan Perjuangan. Dalam sesi peneguhan yang bertajuk “Ayo Kita Semangat”, Drammes mengajak seluruh pasien untuk melepaskan keputusasaan dan tetap optimis menatap masa depan bersama Tuhan. Pemaparan yang komunikatif dan penuh energi ini berhasil membangkitkan daya juang serta rasa percaya diri para pasien yang hadir.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, para penyuluh, pihak manajemen rumah sakit, dan seluruh pasien bersatu hati dalam doa bersama. Doa syafaat dipanjatkan secara khusus untuk memohon kesembuhan total, kekuatan mental, serta kedamaian pikiran bagi para pasien dalam proses pemulihan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan demi mendukung kesehatan holistik bagi para pasien rawat inap.(SP/PAI).

