Medan (Humas). Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bagi para lanjut usia (lansia) di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso No.16, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan spiritual sekaligus memberikan penguatan iman kepada para penghuni panti agar tetap memiliki harapan dan semangat dalam menjalani masa lanjut usia.
Penyuluhan diikuti dengan penuh antusias oleh para lansia dan dilaksanakan dalam bentuk ibadah bersama. Ibadah dipimpin oleh seorang pendeta, doa syafaat dibawakan oleh Penyuluh Agama Kristen Natalina Hutagalung, S.PAK., sementara khotbah disampaikan oleh Penyuluh Agama Katolik Marulam Nainggolan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Katolik Zetra Hail Saragih dan Leonhard Hutagalung, serta Penyuluh Agama Kristen Tiurma Butar Butar, S.Th.
Dalam khotbahnya, Marulam Nainggolan mengangkat tema “Kasih Tuhan Menjangkau Semua Orang” yang terinspirasi dari Injil Matius 15:21-28. Ia mengajak para lansia untuk tidak pernah merasa sendiri karena Tuhan senantiasa hadir dalam setiap perjalanan hidup. Menurutnya, pengalaman hidup yang dimiliki para oma dan opa merupakan bukti penyertaan Tuhan yang patut disyukuri, sehingga mereka diajak untuk tetap memiliki iman yang teguh seperti perempuan Kanaan yang diceritakan dalam Injil.
Marulam juga menegaskan bahwa iman merupakan jalan menuju keselamatan. Menurutnya, kehidupan orang beriman tidak selalu bebas dari persoalan, namun iman menjadi kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan. Ia mengingatkan bahwa sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, setiap orang dipanggil untuk tetap setia kepada Tuhan dan menjadikan iman sebagai pegangan dalam melewati berbagai pergumulan hidup.
Dalam penyampaiannya, Marulam menekankan tiga pokok utama khotbah, yaitu bahwa iman mampu menyelamatkan dan membantu menyelesaikan pergulatan hidup ketika seseorang menyerahkan diri sepenuhnya kepada penyelenggaraan Tuhan. Selain itu, iman membutuhkan perjuangan, ketekunan, dan kesabaran karena dalam perjalanan hidup sering kali seseorang menghadapi tantangan bahkan merasa doanya belum dijawab. Ia juga menegaskan bahwa iman bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan harus diwujudkan dalam kepedulian dan kebaikan bagi sesama serta dunia.
“Jangan pernah merasa sendiri. Tuhan selalu hadir dalam setiap perjalanan hidup kita. Tetaplah beriman, karena iman menjadi kekuatan untuk melewati setiap pergumulan dan membawa kita menuju keselamatan,” ujar Marulam Nainggolan.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap para lansia semakin dikuatkan dalam iman, memperoleh penghiburan, serta terus merasakan kasih Tuhan yang menyertai mereka dalam setiap tahap kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen para penyuluh agama dalam memberikan pelayanan rohani kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lanjut usia yang berada di panti sosial.

