Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Katekumen Perdalam Makna Pengakuan Iman (Credo)

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, memberikan pendampingan kepada para katekumen dalam pembelajaran iman bertema Pengakuan Iman (Credo), Rabu (5/8/2026), di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan iman yang dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai persiapan para katekumen untuk menerima sakramen-sakramen inisiasi.

Pendampingan tersebut diikuti oleh dua orang katekumen, yakni Daud Tarigan dan Fitri Silalahi. Dalam suasana yang hangat, akrab, dan penuh semangat belajar, peserta diajak untuk semakin mengenal serta memahami ajaran-ajaran pokok Gereja Katolik sebagai bekal dalam menghayati kehidupan sebagai murid Kristus dan anggota Gereja yang bertumbuh dalam iman.

Pada kesempatan itu, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi mengenai Pengakuan Iman (Credo) sebagai rumusan iman Gereja yang diikrarkan umat dalam Perayaan Ekaristi. Ia menjelaskan bahwa Credo merupakan ungkapan iman kepada Allah Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, sekaligus menjadi ringkasan ajaran Gereja yang diwariskan sejak zaman para rasul dan tetap dipelihara hingga saat ini. Materi disampaikan secara sistematis agar para katekumen mampu memahami makna setiap bagian dari Pengakuan Iman.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan dialog dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai isi Credo. Roni menekankan bahwa Pengakuan Iman tidak hanya dihafalkan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap kasih, kejujuran, pengampunan, dan kesetiaan kepada ajaran Kristus. “Credo bukan sekadar doa yang diucapkan, tetapi menjadi pedoman hidup yang mengarahkan setiap orang beriman untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Roni.

Melalui pendampingan ini diharapkan Daud Tarigan dan Fitri Silalahi semakin memahami makna Pengakuan Iman serta semakin siap menerima sakramen-sakramen inisiasi. Kegiatan pembinaan katekumen ini juga menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam mendukung pembinaan umat agar memiliki iman yang semakin dewasa, setia pada ajaran Gereja, serta mampu menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *