Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Dra. Sarmin Sihombing, M.Pd., mengadakan pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) bersama para guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDS Swasta Santo Thomas 2, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Gang Harapan Nomor 6, Kelurahan Sei Sikambing C II, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (07/08/2026).
Pertemuan KKG tersebut membahas pemantapan administrasi pembelajaran pada awal tahun pelajaran. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para guru untuk menata dan melengkapi administrasi pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Selain penguatan administrasi, para guru juga diajak untuk meningkatkan kreativitas dalam menyusun media pembelajaran, salah satunya melalui pembuatan PowerPoint (PPT) yang menarik dan interaktif. Media pembelajaran yang dikemas secara kreatif diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa lebih antusias dan mudah memahami materi Pendidikan Agama Katolik.
Dalam kegiatan tersebut, rekan sejawat guru, Hotma Paulina Sinurat, dipercaya sebagai tutor sebaya untuk berbagi pengalaman dan memberikan pendampingan kepada para guru dalam membuat PPT pembelajaran yang menarik. Hotma menyampaikan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dapat membantu guru menyampaikan materi dengan lebih menarik sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. “Guru perlu terus berinovasi dalam memanfaatkan media pembelajaran agar materi yang disampaikan lebih menarik dan siswa semakin senang untuk belajar,” ujar Hotma.
Sarmin berharap kegiatan KKG tidak hanya menjadi wadah untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang bagi para guru untuk terus belajar dan melakukan pembenahan dalam menjalankan tugas. “Guru hendaknya terus belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap perkembangan dan selalu mau berbenah. Dengan demikian, kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik dapat terus ditingkatkan,” ungkap Sarmin.

