PAI KUA Medan Petisah Bimbing Mahasiswa Poltekkes Farmasi tentang Tujuan Hidup dan Ketaatan dalam Islam

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, S.Sos., dan Komala Dewi, M.E., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada mahasiswa Poltekkes Farmasi Medan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Tujuan Hidup dan Ketaatan terhadap Aturan dalam Islam” sebagai bagian dari upaya memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda agar mampu menjalani kehidupan dengan arah yang jelas serta berpedoman pada ajaran Islam.

Dalam penyampaiannya, Nurlely menjelaskan bahwa manusia diciptakan Allah SWT dengan tujuan yang jelas. Kehidupan di dunia merupakan kesempatan bagi setiap manusia untuk beribadah, berbuat kebaikan, menjalankan amanah, dan memberikan manfaat kepada sesama. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan bahwa manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

Menurut Nurlely, pemahaman tentang tujuan hidup penting dimiliki oleh mahasiswa karena masa perkuliahan merupakan salah satu fase untuk mempersiapkan masa depan. Pendidikan dan pencapaian akademik perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tujuan hidup seorang Muslim bukan hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi bagaimana kesuksesan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama. Ilmu yang kita miliki akan menjadi lebih bermakna ketika digunakan untuk kebaikan,” ujar Nurlely.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak mudah terjebak pada ukuran kesuksesan yang hanya dilihat dari prestasi, jabatan, maupun materi. Menurutnya, keberhasilan seorang Muslim juga tercermin dari kemampuannya menjaga iman, akhlak, hubungan dengan orang tua, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, Komala Dewi menjelaskan bahwa Islam telah memberikan aturan dan pedoman yang membantu manusia menjalani kehidupan secara terarah. Aturan agama, menurutnya, bukanlah bentuk pembatasan terhadap kebebasan manusia, melainkan bagian dari kasih sayang Allah SWT agar manusia dapat membedakan antara hal yang baik dan buruk serta terhindar dari berbagai tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Islam memberikan aturan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Ketika aturan agama dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan, seseorang akan memiliki arah hidup yang lebih jelas, mampu menentukan pilihan dengan bijak, dan lebih bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil,” tutur Komala.

Komala menambahkan, aturan Islam mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan dengan sesama, hingga hubungan dengan lingkungan. Karena itu, mahasiswa sebagai generasi yang akan memasuki dunia profesional perlu menjadikan nilai-nilai agama sebagai bagian dari karakter dalam menjalankan ilmu dan profesinya.

Menurutnya, ilmu pengetahuan dan agama bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membentuk pribadi yang memiliki kompetensi sekaligus integritas. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan akhlak yang baik.

“Jangan memisahkan ilmu pengetahuan dengan nilai agama. Ilmu akan menjadi lebih bermanfaat ketika dibarengi dengan iman dan akhlak. Jadilah generasi yang profesional dalam bidangnya, tetapi tetap memiliki integritas dan nilai-nilai keislaman dalam menjalankan setiap tanggung jawab,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa juga diajak melakukan refleksi terhadap tujuan hidup masing-masing. Mereka didorong untuk melihat kembali apa yang ingin dicapai dalam kehidupan dan bagaimana setiap cita-cita dapat diarahkan menjadi bagian dari ibadah serta pengabdian kepada Allah SWT.

Kesuksesan tidak semata-mata diukur dari pencapaian akademik, pekerjaan, jabatan, maupun materi. Lebih dari itu, kesuksesan juga tercermin dari sejauh mana seseorang mampu menjalankan kewajiban kepada Allah SWT, menghormati orang tua, menjaga pergaulan, memiliki integritas, serta memberikan manfaat bagi orang lain.

Pesan tersebut sejalan dengan nilai yang diajarkan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Prinsip tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Petisah berharap mahasiswa Poltekkes Farmasi Medan semakin memahami pentingnya memiliki tujuan hidup yang berlandaskan ajaran Islam. Mereka juga diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan, membangun pergaulan, serta menjalankan pendidikan dan profesi di masa mendatang.

“Kami berharap para mahasiswa tidak hanya menjadi insan yang unggul dalam ilmu dan profesi, tetapi juga memiliki iman, akhlak, integritas, dan kepedulian sosial. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menjadi jalan untuk beribadah, membangun kehidupan yang lebih baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Nurlely dan Komala Dewi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *