KUA Medan Amplas Perkuat Pembinaan Umat melalui Tahsin Alqurān dan Tadabbur Surah Al-‘Ashr

Medan (Humas) — Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang prima terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar memberikan pelayanan yang berkualitas, humanis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program Tahsin Alqurān yang dilaksanakan secara rutin setiap Selasa.

Program Tahsin Alqurān kembali dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) pukul 14.00 WIB dengan melibatkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, yakni Dr. Syarto, Lc., M.A., H. Harun Arrasyid, Lc., Muhammad Salim, dan Liza Purba. Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu muslimat yang tergabung dalam sejumlah majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas. Kehadiran peserta dari berbagai majelis taklim menunjukkan antusiasme masyarakat dalam meningkatkan kemampuan membaca Alqurān sekaligus memperdalam pemahaman terhadap pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, menekankan bahwa pembinaan Alqurān hendaknya tidak berhenti pada kemampuan membaca secara teknis, tetapi harus mampu memberikan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pelayanan keagamaan harus diarahkan agar masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus memiliki dorongan untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan. “Kita ingin setiap program pembinaan yang dilaksanakan KUA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, turut berperan aktif Dra. Imaniyah, M.H., yang selama ini menjadi salah satu tokoh muslimah dan penggerak kegiatan majelis taklim di wilayah Kecamatan Medan Amplas. Peran tokoh masyarakat dinilai penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Kolaborasi antara penyuluh agama dan para penggerak majelis taklim menjadi kekuatan dalam memperluas jangkauan pembinaan Alqurān di tengah masyarakat.

Memahami Alif Lam Qamariyah dan Alif Lam Syamsiyah

Pada pertemuan kali ini, materi tahsin difokuskan pada pembahasan hukum bacaan Alif Lam Qamariyah dan Alif Lam Syamsiyah. Para penyuluh terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai pengertian, karakteristik, serta cara membaca kedua hukum bacaan tersebut. Peserta kemudian diberikan contoh lafaz dalam Alqurān agar dapat memahami perbedaan keduanya secara lebih mudah dan aplikatif.

Para peserta dijelaskan bahwa Alif Lam Qamariyah dibaca secara jelas ketika alif lam bertemu dengan huruf-huruf qamariyah. Sementara itu, pada Alif Lam Syamsiyah, huruf lam tidak dibaca secara jelas karena melebur atau diidghamkan ke dalam huruf syamsiyah yang mengikutinya. Penjelasan tersebut kemudian diperkuat dengan latihan membaca sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengenali dan menerapkannya ketika membaca ayat Alqurān.

Setelah penyampaian materi, pembelajaran dilanjutkan dengan praktik membaca Surah Al-‘Ashr secara bergantian. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk membaca sekaligus mempraktikkan hukum bacaan yang telah dipelajari, sementara para penyuluh memberikan koreksi secara langsung terhadap pelafalan dan penerapan hukum tajwid. Metode teori dan praktik tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif serta membantu peserta memperbaiki kesalahan bacaan secara langsung.

Surah Al-‘Ashr dan Makna Kesuksesan Manusia

Usai praktik tahsin, kegiatan dilanjutkan dengan syarah atau penjelasan kandungan Surah Al-‘Ashr. Para penyuluh mengajak peserta memahami pesan mendalam dari surah tersebut, khususnya mengenai pentingnya waktu, hakikat kerugian manusia, dan jalan menuju keselamatan. Meskipun terdiri atas ayat-ayat yang singkat, Surah Al-‘Ashr mengandung pesan yang sangat luas mengenai bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan waktu kehidupannya.

Para peserta diingatkan bahwa manusia pada dasarnya berada dalam keadaan merugi apabila waktu yang diberikan Allah Ta’ālā tidak digunakan untuk menjalankan kebaikan. Kerugian tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan kehilangan harta atau kesempatan duniawi, melainkan kerugian kehidupan ketika usia berlalu tanpa diisi dengan iman, amal saleh, dan kontribusi positif bagi sesama. Karena itu, waktu menjadi salah satu nikmat yang harus dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dalam pembinaan tersebut, para penyuluh menekankan tiga kriteria utama yang menjadi jalan keluar dari kerugian sebagaimana pesan Surah Al-‘Ashr, yaitu beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Keimanan menjadi fondasi kehidupan seorang muslim, sedangkan amal saleh merupakan bentuk nyata dari keimanan dalam perilaku sehari-hari. Sementara itu, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran menunjukkan pentingnya kepedulian seorang muslim untuk mengajak sesama kepada kebaikan serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Para penyuluh juga mengajak peserta menjadikan Surah Al-‘Ashr sebagai bahan evaluasi diri. Setiap waktu yang telah berlalu tidak akan kembali, sehingga kehidupan perlu diisi dengan ibadah, amal saleh, pembelajaran, serta perbuatan yang memberikan manfaat kepada keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari kedudukan, harta, maupun pencapaian duniawi, tetapi juga dari kualitas iman, amal, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Tahsin yang Terhubung dengan Pembinaan Kehidupan

Program Tahsin Alqurān KUA Kecamatan Medan Amplas dirancang tidak berhenti pada aspek teknis kemampuan membaca Alqurān. Setiap materi diupayakan memiliki keterkaitan dengan pembentukan karakter, penguatan pemahaman keislaman, serta peningkatan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Pola pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif.

H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan menyampaikan bahwa Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan umat di tengah masyarakat. Karena itu, setiap kegiatan pembinaan diharapkan mampu menjadi ruang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan solusi dan pencerahan terhadap berbagai persoalan kehidupan. “Penyuluh harus hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bimbingan yang mudah dipahami, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan umat, sehingga ilmu yang diperoleh dapat benar-benar diamalkan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan shalat Ashar berjamaah. Kebersamaan tersebut tidak hanya menjadi penutup kegiatan, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara peserta yang berasal dari berbagai majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas. Suasana kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara sehingga pembinaan Alqurān dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, KUA Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak pembinaan umat. Program Tahsin Alqurān diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan Alqurān masyarakat, tetapi juga memperluas pemahaman keislaman dan mendorong pengamalan nilai-nilai Alqurān dalam kehidupan. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan KUA dapat memberikan dampak nyata dalam membentuk masyarakat Medan Amplas yang semakin religius, humanis, dan menjadikan Alqurān sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *