KUA Medan Amplas Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Wilayah Humanis dan Agamis

Medan (Humas) — Sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, rukun, humanis, dan religius. Semangat tersebut mengemuka dalam audiensi dan temu ramah antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dengan unsur pemerintahan, kepolisian, tokoh agama, dan elemen masyarakat yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim, S.Ag., M.A., hadir bersama Dr. Syarto, Lc., M.A., dan H. Harun Arrasyid, Lc., selaku Penyuluh Agama Islam, serta Muhyiddin Nasution, S.Pd., Penata Layanan Operasional (PLO) KUA Medan Amplas. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolsek Patumbak yang baru, AKP Mhd. Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., Sekretaris Kecamatan Dedy Wahyu Utama, S.H., M.H., sejumlah lurah di wilayah Kecamatan Medan Amplas, serta perwakilan MUI Kecamatan Medan Amplas, Hj. Imaniah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga kondusivitas sekaligus memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Dalam suasana temu ramah, AKP Mhd. Tommy Franata memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Patumbak yang baru sekaligus menyampaikan harapan agar komunikasi antarlembaga di wilayah Medan Amplas dan Patumbak dapat terjalin semakin erat. Ia menilai kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga diperlukan dukungan pemerintah kecamatan, KUA, tokoh agama, MUI, para lurah, dan seluruh elemen masyarakat. Sebelum dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolsek Patumbak, AKP Mhd. Tommy Franata sebelumnya bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Langkat.

“Ke depan kita harus membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh unsur yang ada. Kepolisian, pemerintah kecamatan, KUA, tokoh agama, MUI, kelurahan, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga kerukunan serta keamanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis,” ujar AKP Mhd. Tommy Franata. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh pihak mengutamakan komunikasi, dialog, dan pendekatan persuasif, sehingga tercipta suasana wilayah yang aman, nyaman, humanis, dan agamis.

Pada kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas H. Muhammad Lukman Hakim menjelaskan bahwa keberadaan KUA di tengah masyarakat memiliki tugas dan fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan pelayanan administrasi pernikahan. KUA juga memiliki peran dalam memberikan bimbingan dan pelayanan keagamaan, pembinaan keluarga, edukasi masyarakat, serta membangun kesadaran keagamaan melalui berbagai inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, KUA terus berupaya menghadirkan program yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung maupun melalui media digital.

“Jangan sampai KUA hanya dipahami sebagai tempat mengurus asmara dan menghalalkan yang haram. KUA memiliki tugas pelayanan dan bimbingan keagamaan yang jauh lebih luas,” jelas H. Muhammad Lukman Hakim. Ia menambahkan, salah satu inovasi yang dikembangkan KUA Medan Amplas adalah Studio Podcast IKMA Channel yang secara rutin menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk membahas tema-tema keagamaan dan persoalan aktual yang dibutuhkan masyarakat.

“Podcast IKMA Channel merupakan salah satu inovasi KUA Medan Amplas untuk memberikan pelayanan, edukasi, dan pencerahan kepada masyarakat melalui media digital. Kami ingin ruang ini menjadi sarana dialog yang terbuka, edukatif, dan mampu mempertemukan berbagai unsur untuk membahas persoalan masyarakat secara bersama-sama,” ungkapnya. Menurutnya, pemanfaatan media digital menjadi bagian dari strategi KUA dalam memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mendekatkan informasi keagamaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam audiensi tersebut, Kepala KUA Medan Amplas juga menyampaikan rencana menghadirkan unsur pemerintahan dan kepolisian sebagai narasumber dalam Podcast IKMA Channel. Pada pekan berikutnya, insyaallah Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., dijadwalkan hadir sebagai narasumber, kemudian pada kesempatan berikutnya KUA Medan Amplas juga merencanakan kehadiran Kapolsek Patumbak AKP Mhd. Tommy Franata. Rencana tersebut diharapkan menjadi ruang dialog publik yang mempertemukan perspektif agama, pemerintahan, keamanan, dan masyarakat secara konstruktif.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., menyampaikan bahwa Kecamatan Medan Amplas terdiri atas tujuh kelurahan dan 77 lingkungan dengan karakteristik masyarakat serta dinamika sosial yang beragam. Kondisi tersebut membutuhkan pola komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan kepolisian. Ia menilai kehadiran berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketenteraman dan keharmonisan wilayah.

“Berbagai persoalan di tengah masyarakat merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Namun, banyak persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, serta kolaborasi dengan tokoh agama dan seluruh unsur yang ada,” kata Zulfahmi Tarigan. Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan formal dan struktural, tetapi dapat ditempuh dengan dialog, pendekatan humanis, dan membangun kepercayaan masyarakat.

Audiensi dan temu ramah tersebut menjadi momentum strategis bagi KUA Medan Amplas untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membangun pola kolaborasi yang lebih luas. KUA, pemerintah kecamatan, kepolisian, MUI, kelurahan, tokoh agama, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus kehidupan masyarakat yang religius. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat melahirkan pelayanan yang semakin responsif, edukatif, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Pertemuan kemudian ditutup dengan semangat bersama untuk menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan membangun kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. KUA Medan Amplas menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak sebagai bagian dari penguatan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Dari pertemuan tersebut mengemuka pesan bahwa masyarakat yang aman membutuhkan sinergi, sedangkan masyarakat yang agamis membutuhkan keteladanan dan kolaborasi seluruh unsur secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *