Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag menjadi imam sekaligus khatib Salat Jumat di Masjid Darul Jalal yang beralamat di Jalan Paud/Sukaria Nomor 29, Kelurahan Sidorejo, Kota Medan, Jumat 21 Agustus 2026. Dalam khutbahnya, Paidi menyampaikan tema tentang pentingnya menghindari sifat tergesa-gesa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BKM Darul Jalal Indra Gunawan Siregar bersama ratusan jamaah.
Dalam penyampaiannya, Paidi mengingatkan jamaah mengenai sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi bahwa sifat tenang, pelan-pelan, dan penuh pertimbangan berasal dari Allah SWT, sedangkan sifat tergesa-gesa berasal dari setan. Menurutnya, seorang muslim hendaknya mampu mengendalikan diri dalam mengambil keputusan agar setiap tindakan yang dilakukan membawa kebaikan dan tidak menimbulkan penyesalan.
“Pelan-pelan dan penuh ketenangan adalah sifat yang berasal dari Allah SWT, sedangkan tergesa-gesa merupakan sifat yang berasal dari setan. Oleh karena itu, dalam menjalankan pekerjaan hendaknya kita tidak terburu-buru tanpa mempertimbangkan dampak baik dan buruknya,” ujar Paidi.
Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa tergesa-gesa merupakan perilaku melakukan sesuatu dengan cepat tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkan. Sikap tersebut dapat menyebabkan pekerjaan menjadi kurang sempurna. Namun demikian, ia juga menyampaikan bahwa tidak semua bentuk ketergesaan merupakan sesuatu yang buruk, karena terdapat beberapa perkara yang justru dianjurkan untuk disegerakan.
“Rasulullah SAW menyebutkan ada lima perkara yang harus disegerakan, yaitu memberi makan kepada tamu, mengurus jenazah, menikahkan anak perempuan yang telah balig, melunasi utang, dan segera bertaubat dari dosa,” jelas Paidi.
Paidi menerangkan bahwa memuliakan tamu dengan memberikan makanan atau minuman merupakan amalan yang memiliki keberkahan besar dari Allah SWT. Begitu pula dengan mengurus jenazah, mulai dari melayat, menyalatkan, hingga mengantarkan ke pemakaman. Orang yang melakukan hal tersebut akan mendapatkan pahala besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang pahala satu dan dua qirat.
Selain itu, Paidi mengingatkan agar para orang tua tidak menunda-nunda menikahkan anak perempuan yang telah balig apabila telah memiliki kesiapan. Ia juga menekankan pentingnya segera melunasi utang, karena utang merupakan perkara yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. “Orang yang mati syahid memiliki kedudukan mulia, tetapi apabila masih memiliki utang maka urusannya belum selesai,” tambahnya.
Pada bagian akhir khutbah, Paidi mengajak jamaah untuk segera bertaubat kepada Allah SWT dan tidak menunda-nunda memperbaiki diri. Menurutnya, kematian adalah ketetapan Allah yang tidak mengenal usia, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Oleh karena itu, setiap manusia hendaknya senantiasa mempersiapkan diri dengan amal kebaikan.
Khutbah Jumat di Masjid Darul Jalal mengajarkan bahwa seorang muslim harus menjauhi sifat tergesa-gesa dalam urusan kehidupan, namun tetap bersegera dalam perkara kebaikan. Dengan bersikap tenang, penuh pertimbangan, serta segera melakukan amal yang dianjurkan agama, umat Islam dapat menjalani kehidupan yang lebih bijaksana dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.(Paidi).

