Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Hadirkan Pesan Keteladanan Rasulullah di SMK APIPSU

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan pesan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK APIPSU, Jalan Jambi Nomor 59, Kelurahan Pandau Hulu I, Kota Medan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMK APIPSU Medan, H. Masdar Tambusai, S.Ag., wakil kepala sekolah, bapak dan ibu guru, serta para pelajar.

Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah seorang pelajar SMK APIPSU. Selanjutnya, Ketua Panitia, Shakirah, menyampaikan sambutan. Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Dalam peringatan Maulid Nabi ini, harapannya dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW,” ujar Shakira, siswa kelas XI.

Kepala SMK APIPSU Medan, Masdar Tambusai, dalam sambutannya mengajak seluruh unsur sekolah, mulai dari siswa, staf, guru hingga pimpinan, untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. Menurutnya, persatuan akan melahirkan kekuatan yang besar. “Seperti sapu yang terbuat dari lidi, kalau hanya satu lidi kurang berguna. Namun, ketika beberapa lidi dikumpulkan dan diikat dalam persatuan, maka dapat digunakan untuk membersihkan halaman,” ungkap Masdar Tambusai.

Memasuki acara inti, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan ceramah tentang keteladanan Rasulullah SAW. Ia menjelaskan bahwa salah satu inti dari peringatan Maulid Nabi adalah mengambil teladan dari akhlak Rasulullah SAW. “Inti dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ialah untuk menyempurnakan akhlak. Nabi diutus ke muka bumi ini dengan tugas menyempurnakan akhlak,” ujar Paidi.

Paidi juga mengingatkan para pelajar bahwa kecerdasan dan kepintaran harus berjalan seiring dengan akhlak yang mulia. Menurutnya, kemampuan akademik merupakan harapan orang tua, tetapi kecerdasan tidak akan sempurna apabila tidak dibarengi dengan perilaku yang baik. “Pintar dan cerdas merupakan harapan orang tua, tetapi cerdas tidak cukup kalau akhlaknya jelek. Karena itu, imbangi kecerdasan dan kepintaran yang ada dalam diri kita dengan akhlak yang mulia, tutur kata yang lembut, sopan, dan beretika,” pesannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK APIPSU menjadi momentum bagi para pelajar dan seluruh keluarga besar sekolah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan doa makan dan makan bersama melalui hidangan nasi MBG. Kebersamaan tersebut diharapkan semakin mempererat persatuan sekaligus menanamkan nilai keteladanan, sopan santun, dan akhlak mulia di lingkungan sekolah.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *