Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., mengikuti rekaman program Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Nomor 214, Kelurahan Sei Sikambing C.II, Kota Medan, Kamis (27/8/2026). Dalam rekaman tersebut, Paidi membahas tema “Keutamaan Sabar” sebagai salah satu sikap penting yang harus dimiliki umat Islam dalam menjalani kehidupan. Kegiatan rekaman didampingi operator RRI Pro 4 FM Medan, Monita.
Paidi menjelaskan bahwa sabar berasal dari kata ash-shabr yang bermakna menahan diri. Secara istilah, sabar merupakan kemampuan seseorang mengendalikan jiwa, lisan, dan anggota badan dari keluh kesah, kemarahan, serta perbuatan yang dilarang Allah SWT. “Sabar adalah kemampuan mengendalikan jiwa, lisan, dan anggota badan dari keluh kesah, kemarahan, serta perbuatan yang dilarang demi tetap patuh menjalankan perintah dan menerima ketetapan Allah SWT,” jelas Paidi.
Lebih lanjut, Paidi menyampaikan bahwa para ulama menjelaskan sabar memiliki tiga bentuk utama. Pertama, sabar dalam ketaatan, yaitu kemampuan untuk tetap konsisten dan kuat dalam menjalankan ibadah serta perintah Allah SWT meskipun terkadang terasa berat bagi fisik, jiwa, maupun harta. Kesabaran dalam ketaatan membutuhkan keikhlasan dan keteguhan hati agar seseorang tidak mudah meninggalkan kewajibannya.
“Sabar dalam ketaatan berarti konsisten dan kuat mental dalam menjalankan ibadah atau perintah Allah meskipun terasa berat bagi badan, jiwa, maupun harta,” tambah Paidi. Menurutnya, berbagai bentuk ibadah membutuhkan kesabaran, baik dalam melaksanakan salat, berpuasa, menuntut ilmu, berbuat baik kepada sesama, maupun menjalankan tanggung jawab sebagai seorang Muslim.
Bentuk sabar yang kedua adalah sabar dalam menjauhi maksiat. Paidi menerangkan bahwa kesabaran ini diwujudkan dengan kemampuan menahan diri dari godaan perbuatan dosa dan pelanggaran terhadap aturan agama, meskipun seseorang memiliki kesempatan dan keinginan untuk melakukannya.
Sementara bentuk ketiga ialah sabar menghadapi musibah atau takdir yang pahit, yakni tetap tabah, tidak meratap, dan tidak berkeluh kesah ketika menghadapi ujian seperti sakit, kehilangan, maupun kesusahan.
Melalui program Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan, Paidi mengajak masyarakat untuk menjadikan sabar sebagai bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan menahan diri, tetap berikhtiar, taat kepada Allah SWT, menjauhi maksiat, serta menerima ketetapan-Nya dengan hati yang teguh. Dengan kesabaran, seseorang akan lebih mampu menghadapi berbagai ujian kehidupan dan tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.(Paidi).

