Medan (Humas) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 1 Kota Medan menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada generasi muda sejak dini. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengenal keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan yang dikemas dengan berbagai rangkaian edukatif dan inspiratif, siswa diajak untuk terus membangun karakter yang baik, berakhlak, serta memiliki tanggung jawab sebagai generasi penerus umat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.20 WIB tersebut diisi dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan siswa dan tenaga pendidik MIN 1 Kota Medan. Acara diawali dengan ceramah singkat yang disampaikan oleh siswa-siswi kelas 5 Makkah dan Madinah. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Mirza Ramadhan Lubis, siswa kelas 6 Madinah yang pada tahun 2026 berhasil meraih Juara I MTQ Kota Medan serta Juara III Lomba MTQ yang diselenggarakan Yayasan H. Hanif.
Plt. Kepala MIN 1 Kota Medan, Ali Sanusi Rambe, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta didik untuk mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, pendidikan akhlak merupakan proses yang harus dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari. “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini hendaknya tidak hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Ali Sanusi Rambe juga mengingatkan para siswa agar senantiasa menjaga kewajiban sebagai seorang hamba kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kebaikan di masa mendatang. “Sebagai generasi muda Islam, anak-anak harus ikut menjaga akhlakul karimah. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti menghormati orang tua dan guru, berkata baik, menjaga pergaulan, serta melaksanakan kewajiban sebagai seorang Muslim,” pesannya.
Ia juga meminta seluruh siswa untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Menurutnya, setiap materi dan pesan yang disampaikan dalam kegiatan Maulid dapat menjadi bekal dalam membentuk kepribadian siswa. “Mari kita ikuti kegiatan ini dengan fokus dan serius. Mudah-mudahan apa yang kita dengarkan dan kita pelajari hari ini dapat memberikan manfaat serta menjadi bagian dari perubahan sikap kita menjadi lebih baik,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Al Ustadz Izhar Syafawi, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan para siswa mengenai besarnya tanggung jawab generasi saat ini dalam menjaga akhlak generasi muda. Ia menjelaskan bahwa akhlakul karimah tidak dapat terbentuk hanya melalui satu kali pembelajaran atau kegiatan, melainkan membutuhkan proses pendidikan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Akhlakul karimah tidak bisa kita dapatkan hanya dalam satu hari. Akhlak harus dibentuk melalui pemahaman yang terus diberikan dan contoh nyata yang dapat dilihat serta dirasakan oleh anak-anak,” ungkap Izhar. Ia menegaskan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peranan penting dalam proses tersebut, sebab anak-anak cenderung belajar dan meniru apa yang mereka lihat dari orang-orang di sekitarnya. “Karena itu, sebagai pendidik, tugas kita bukan hanya memberikan nasihat, tetapi juga memberikan contoh yang benar. Keteladanan itulah yang akan menjadi pelajaran bagi anak-anak,” lanjutnya.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan hadirnya Safari Dakwah Inspiratif yang menghadirkan Kak Indri dan Kibo, seorang pendongeng inspiratif yang menggunakan pendekatan kreatif dan menyenangkan dalam menyampaikan pesan kepada anak-anak. Metode dakwah yang dikemas melalui cerita dan interaksi membuat para siswa antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Kehadiran boneka yang menjadi bagian dari penampilan juga berhasil menarik perhatian siswa karena tampil lucu dan menggemaskan.
Melalui metode tersebut, pesan-pesan keagamaan disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak sehingga mudah dipahami dan diingat. Para siswa tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga diajak memahami pentingnya berperilaku baik, menghormati sesama, serta meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Pendekatan kreatif seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk membuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan semakin menarik bagi peserta didik.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIN 1 Kota Medan kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat memberikan pengalaman keagamaan yang bermakna sekaligus mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah juga berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW yang disampaikan melalui kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, MIN 1 Kota Medan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia. Pendidikan yang dilakukan secara konsisten, disertai keteladanan dari para pendidik dan dukungan lingkungan, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Islam yang unggul. Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan terus tumbuh dalam diri siswa sehingga mampu menjadi bekal untuk meraih kesuksesan sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

