Medan (Humas) – Manusia dalam kehidupannya tidak hanya membutuhkan kebutuhan fisik dan materi, tetapi juga memerlukan ketenangan batin serta pedoman moral. Kompleksitas kehidupan modern sering kali memicu krisis spiritual, degradasi moral, dan kebingungan dalam menentukan arah hidup. Karena itu, bimbingan dan penyuluhan agama hadir sebagai upaya sadar dan terencana untuk membimbing masyarakat agar memiliki keteguhan iman dan akhlak yang baik. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, MA, saat memberikan bimbingan rohani (bimroh) di Masjid At-Taubah, lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan Nomor 27, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan, Senin (7/9/2026). Adapun tema yang dibahas yakni “Meredam Murka Allah SWT.”
Mengawali ceramahnya, Fuji mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 116 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa harta benda dan anak keturunan tidak akan mampu menolak ataupun menyelamatkan seseorang dari azab Allah SWT apabila tidak disertai keimanan dan ketaatan kepada-Nya.
Fuji menjelaskan, salah satu kandungan penting QS. Ali Imran ayat 116 adalah ketidakbergunaan harta dan keturunan sebagai sumber keselamatan di akhirat bagi orang-orang yang menolak keimanan. “Di dunia, harta dan anak sering kali diandalkan manusia untuk mencari kekuatan, perlindungan, maupun status. Namun di akhirat, semua itu tidak berguna di hadapan Allah bagi orang-orang yang menolak keimanan,” ujar Fuji.
Lebih lanjut, Fuji menerangkan bahwa kandungan ayat tersebut juga berbicara mengenai balasan bagi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka akan menjadi penghuni neraka dan mendapatkan balasan atas perbuatannya. “Pelajaran penting dari ayat ini adalah bahwa keselamatan mutlak hanya dapat diperoleh melalui iman, amal saleh, dan kepatuhan kepada Allah, bukan semata-mata karena kekayaan materi ataupun keturunan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fuji juga mengajak warga binaan untuk senantiasa melakukan berbagai amal kebaikan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjauhi perbuatan yang dapat mengundang murka-Nya. Menurutnya, iman dan kesabaran harus terus diperkuat dalam menjalani kehidupan. “Untuk meredam murka Allah, kita harus memperkuat iman dan kesabaran, menjadi orang baik dan taat, gemar berinfak, serta memperbanyak istighfar, terutama pada waktu sebelum fajar,” pesan Fuji.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama Islam yang secara konsisten memberikan pembinaan serta pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, pembinaan rohani di lingkungan Lapas memiliki peran penting dalam menggugah keimanan dan mendorong warga binaan untuk memperbaiki diri. “Kami sangat berterima kasih kepada penyuluh agama Islam KUA Medan Sunggal yang selalu memberikan pembinaan serta pelayanan keagamaan di masyarakat, terutama kepada para narapidana, untuk menggugah keimanan dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Agus Salim.
Kegiatan bimroh di Lapas Kelas I Medan tersebut menjadi sarana pembinaan spiritual bagi warga binaan agar semakin memahami pentingnya iman, kesabaran, amal saleh, infak, dan istighfar dalam kehidupan. Pesan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, meninggalkan perbuatan yang tidak baik, serta membangun kehidupan yang lebih taat kepada Allah SWT sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.(Paidi).

