Medan (Humas) — Pengajian merupakan salah satu bentuk kegiatan dakwah sekaligus pendidikan nonformal bagi umat Islam. Melalui pengajian, masyarakat dapat meningkatkan pemahaman ilmu agama, mempererat tali silaturahmi, serta membentuk dan memperbaiki akhlak. Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, salah satunya dengan menghadiri Pengajian Akbar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan yang berlangsung di Jalan Setiabudi Nomor 191, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu (5/9/2026).
Mewakili KUA Medan Sunggal, Penyuluh Agama Islam Paidi, S.Ag., hadir dalam kegiatan tersebut bersama Pendiri YPSA Buya Drs. H. Sofyan Ras, Ak., M.M., beserta istri, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Medan Agus Maryono, S.Ag., M.Pd.I., perwakilan Koramil 0201-06 Medan Sunggal, perwakilan Polsek Medan Sunggal, para guru dan tenaga pengajar YPSA, serta sekitar 250 jamaah.
Pengajian tersebut mengangkat tema “Mengelola Keluh Kesah”, yang mengajak jamaah memahami cara menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan pendekatan keagamaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rafiq Muammar Afif, siswa kelas X B YPSA yang merupakan hafiz 10 juz. Ia membacakan Surah Al-Ma’arij ayat 19 sampai 31. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan Prof. Dr. H. M. Syukri Albani Nasution, M.A.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa keluh kesah merupakan ungkapan yang lahir dari kondisi batin seseorang ketika menghadapi kesusahan, kepedihan, kekecewaan, maupun penderitaan.
“Keluh kesah adalah segala ucapan, suara, atau ungkapan yang lahir dari perasaan susah, kepedihan, kekecewaan, atau penderitaan,” ujar Syukri Albani.
Menurutnya, setiap manusia tentu pernah menghadapi persoalan yang dapat menimbulkan kegelisahan dan keluhan. Namun, Islam mengajarkan umat agar tidak larut dalam keluh kesah, melainkan mampu mengelolanya dengan sikap sabar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lebih lanjut Syukri Albani menyampaikan bahwa salah satu cara mengelola sifat keluh kesah dalam Islam adalah dengan mengembalikan segala keluhan kepada Allah SWT. Hal tersebut dapat dilakukan melalui doa dan dzikir serta memperbanyak rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Untuk mengelola sifat keluh kesah dalam Islam dilakukan dengan cara mengembalikan segala keluhan hanya kepada Allah SWT melalui doa dan dzikir serta memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kehadiran KUA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan sinergi antara Kementerian Agama Kota Medan melalui KUA Medan Sunggal dengan YPSA sebagai salah satu mitra masyarakat dalam bidang keagamaan dan pendidikan. “Pengajian ini menjadi silaturahmi antara pemerintah, Kemenag Kota Medan, dengan YPSA yang selalu menjadi mitra di masyarakat untuk memberikan pelayanan agama kepada masyarakat. Oleh sebab itu, silaturahmi ini akan senantiasa terjaga antara YPSA dengan KUA Medan Sunggal,” ujar Agus Salim.
Pengajian Akbar YPSA menjadi sarana memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mengajak jamaah agar mampu mengelola keluh kesah secara bijak. Melalui doa, dzikir, kesabaran, dan rasa syukur, setiap persoalan kehidupan diharapkan dapat dihadapi dengan ketenangan dan tetap berpegang teguh kepada Allah SWT. Kehadiran KUA Medan Sunggal dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud dukungan terhadap pembinaan keagamaan serta penguatan silaturahmi dan sinergi dengan lembaga pendidikan dan masyarakat.(Paidi).

