H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan: Maulid Nabi Momentum Perkuat Karakter dan Akhlak Generasi Madrasah

Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Madrasah Aliyah Persiapan Negeri (MAPN) 4 Medan, Selasa (01/09/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi yang Beriman dan Berakhlak Mulia” tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di Masjid Al-Husein, Kompleks Griya Martubung, Medan. Kehadiran Kakan Kemenag Medan menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik di lingkungan madrasah.

Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri Kepala MAPN 4 Medan Dr. Syarifuddin, S.Pd.I., MA., para wakil kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan, serta seluruh siswa MAPN 4 Medan. Turut hadir Pengawas Madrasah M. Nur Eddy, S.Ag., M.Si., perwakilan Kecamatan Medan Labuhan Maisyarah, Babinsa Medan Marelan Trisno Abadi, Ketua BKM Raya Al-Husein H. Hamdan, S.H., M.H., Kepling Blok IX Griya Martubung Muhsin, Ketua Komite MAPN 4 Medan Ismail Fahmi, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya sinergi antara madrasah, Kementerian Agama, pemerintah wilayah, masyarakat, dan lingkungan sekitar dalam mendukung pembinaan generasi muda.

Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan M. Taufik, SE., M.Si., serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Para peserta diajak untuk mengenang kembali sejarah perjuangan Rasulullah SAW sekaligus memahami nilai-nilai keteladanan yang beliau ajarkan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para siswa agar mampu menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Medan H. Impun Siregar menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, makna utama Maulid terletak pada kemampuan umat, khususnya generasi muda, untuk mengambil keteladanan dari kehidupan Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap, bertutur kata, serta mengambil keputusan. “Maulid Nabi jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri. Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam bersikap, bertutur kata, dan berbuat,” ujar Impun.

Ia mengatakan, madrasah memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan karakter yang kuat. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta sikap hormat kepada orang tua dan guru. “Anak-anak madrasah harus menjadi generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia. Ilmu yang dimiliki harus memberikan manfaat, sementara akhlak menjadi fondasi dalam menggunakan ilmu tersebut untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Impun Siregar mengingatkan para siswa agar menjadikan sifat-sifat Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, dan sikap menghargai sesama merupakan nilai-nilai yang sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman. “Keteladanan Rasulullah sangat luas dan harus kita hadirkan dalam kehidupan nyata. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati guru dan orang tua, disiplin dalam belajar, menjaga pergaulan, serta peduli terhadap sesama,” pesannya.

Kakan Kemenag Medan juga mengapresiasi MAPN 4 Medan yang secara konsisten menghadirkan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik. Menurutnya, kegiatan seperti Maulid Nabi dapat menjadi sarana memperkuat lingkungan madrasah yang religius sekaligus membangun kebersamaan antara siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. “Kegiatan keagamaan di madrasah harus terus kita hidupkan karena memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter peserta didik. Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, santun, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala MAPN 4 Medan Syarifuddin menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi keluarga besar madrasah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan dalam perilaku nyata para siswa, baik ketika mengikuti proses pembelajaran maupun ketika berinteraksi di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kami berharap seluruh siswa MAPN 4 Medan tidak hanya mengenal sejarah dan perjuangan Rasulullah, tetapi juga mampu meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan bahwa pembentukan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan di madrasah. Karena itu, kegiatan keagamaan akan terus didorong sebagai bagian dari pembinaan peserta didik agar memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, spiritual, dan sosial. “Kami ingin anak-anak MAPN 4 Medan tumbuh menjadi generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, kuat dalam iman, baik akhlaknya, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar MAPN 4 Medan diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara madrasah, Kementerian Agama, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Dengan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu dan akhlak, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *