Medan (Humas) — Sejumlah peserta asal Kafilah Kota Medan menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, 11–20 September 2026. Ajang nasional tersebut mempertemukan kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia dalam berbagai cabang dan golongan musabaqah Al-Qur’an. Capaian peserta asal Kota Medan menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan generasi Qur’ani yang dilakukan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil yang diraih pada Minggu (20/9/2026), Dzaky Almer Jamail Panjaitan berhasil meraih Terbaik III Cabang Fahmil Qur’an Putra, sedangkan Humaira Azzahra Asri Lubis meraih Qori’ah Terbaik II Golongan Anak-Anak Putri. Prestasi lainnya diraih Qonita Syukro Parinduri yang meraih Terbaik Harapan II Hafalan Al-Qur’an 10 Juz Putri dan Nurhazlin sebagai Terbaik Harapan III Qira’at Murattal Remaja Putri.
Selain itu, Aqsal Rafsanjani Hasibuan berhasil meraih Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 5 Juz dan Tilawah Putra. Adnan Tumangger meraih Qori Terbaik Harapan I Tilawah Dewasa Putra, sementara Haffa Fathirrahim berhasil meraih Terbaik I Hafalan Al-Qur’an 30 Juz dan Tilawah Putra. Capaian tersebut menjadi catatan positif bagi pembinaan peserta asal Kota Medan dalam menghadapi kompetisi Al-Qur’an di tingkat nasional.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para peserta. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi peserta dan keluarga, tetapi juga merupakan bagian dari hasil pembinaan Al-Qur’an yang perlu terus diperkuat dan dikembangkan di Kota Medan.
“Prestasi ini patut kita syukuri dan apresiasi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita terus menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan. Jangan berhenti pada pencapaian di arena musabaqah, tetapi terus membaca, memahami, dan mengamalkan kandungannya,” ujarnya.
Ia juga berharap pengalaman mengikuti MTQ Nasional dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga semangat dalam mempelajari Al-Qur’an. Menurutnya, prestasi yang diraih hari ini hendaknya menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam tilawah dan hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Harian LPTQ Kota Medan, H. Damri Tambunan, S.HI., M.Pd., turut memberikan perhatian terhadap proses pembinaan peserta yang dipersiapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, capaian yang diraih peserta merupakan hasil dari proses panjang yang mencakup pembinaan, seleksi, latihan, hingga kesiapan mental dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Target kita tahun ini adalah masuk empat besar nasional. Target ini bukan sesuatu yang berlebihan, karena kualitas qari dan qariah Sumatera Utara terus meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas qari, qariah, hafiz, dan hafizah perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Pembinaan tidak hanya diarahkan untuk menghadapi satu kompetisi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan dan daya saing di tingkat yang lebih tinggi.
Capaian para peserta asal Kota Medan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dalam MTQ membutuhkan proses pembinaan yang terarah, disiplin, dan berkelanjutan. Selain kemampuan teknis dalam bidang tilawah, hafalan, maupun cabang lainnya, peserta juga membutuhkan kesiapan mental, kesungguhan, serta dukungan dari berbagai pihak.
Dukungan Kementerian Agama, LPTQ, pembina, pelatih, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan peserta hingga mampu tampil di tingkat nasional. Karena itu, prestasi yang diraih tidak hanya menjadi pencapaian pribadi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari keberhasilan bersama dalam mengembangkan pembinaan Al-Qur’an di Kota Medan.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mencintai, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, semangat melahirkan generasi Qur’ani di Kota Medan diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

