Medan (Humas) Kelompok Kerja Guru (KKG) Agama Katolik Tingkat Dasar Kota Medan kembali menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Kegiatan KKG yang digelar pada Selasa (4/11/2025) di UPT SDN 060932 Medan Amplas ini berlangsung dengan semangat kolaboratif di bawah bimbingan Lidia Rayani Br Pinem, S.Pd., Pengawas Pendidikan Agama Katolik.
Kegiatan diawali dengan doa pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Lidia yang memandu seluruh rangkaian acara mulai dari diskusi, refleksi, hingga penutupan. Kehadiran dan arahan beliau menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan sekaligus memberikan inspirasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesionalnya.
Dalam paparannya, Lidia menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menyusun soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) sebagai bagian dari persiapan Sumatif Akhir Semester Ganjil. Selain itu, para peserta juga dilatih menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) untuk kelas I SD sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Ia mengingatkan bahwa perencanaan pembelajaran harus berlandaskan asesmen diagnostik awal, pemahaman gaya belajar peserta didik, baik visual, auditori, maupun kinestetik, serta penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi.
“Tidak ada peserta didik yang bodoh, yang ada peserta didik yang belum berkembang,” tegas Lidia, seraya mengajak para guru untuk merancang pembelajaran yang inklusif dan bermakna bagi semua peserta didik.
Selain membahas aspek teknis penyusunan soal dan RPM, Lidia juga mengarahkan agar setiap guru memperhatikan capaian pembelajaran Deep Learning yang menekankan delapan dimensi profil pelajar: karakter, kewarganegaraan global, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, kepemimpinan kolaboratif, ketahanan pribadi, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Sepanjang kegiatan, para guru tampak aktif berdiskusi dan saling berbagi pengalaman dalam menyusun perangkat pembelajaran. Di bawah arahan pengawas, mereka berhasil menyelesaikan rancangan soal dan RPM yang siap diterapkan di sekolah masing-masing.
Kegiatan KKG ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat mutu pendidikan agama Katolik di Kota Medan sekaligus mendukung terwujudnya pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan berdampak bagi peserta didik.

