Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus menggalakkan gerakan memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan umat. Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Garu II A, Selasa (09/06/2026), masyarakat diajak untuk menjadikan masjid sebagai sentra peradaban umat Islam yang mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang berlangsung usai salat Subuh berjamaah tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Harun Arrasid, Lc., dan dihadiri oleh pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), tokoh masyarakat, serta jamaah sekitar yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam penyampaiannya, Harun Arrasid menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta sarana pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sejarah Islam telah membuktikan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban umat.
“Masjid yang makmur bukan hanya terlihat dari megahnya bangunan fisik, tetapi sejauh mana masjid tersebut hidup dengan aktivitas ibadah, kajian ilmu, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satu tanda kemakmuran masjid adalah ramainya jamaah yang menghadiri salat berjamaah, terutama pada salat Subuh yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT,” ujar Harun.
Ia menambahkan, masjid yang aktif dan hidup akan menjadi benteng moral bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam kesempatan tersebut, Harun juga mengajak seluruh pengurus BKM dan jamaah untuk terus menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang harmonis dalam pengelolaan masjid. Ia mengingatkan agar setiap perbedaan pandangan yang muncul dapat diselesaikan melalui musyawarah dan semangat kebersamaan demi menjaga fungsi masjid sebagai rumah ibadah dan pemersatu umat.
“Masjid harus menjadi tempat yang menenangkan hati dan mempersatukan umat. Jangan sampai masjid yang seharusnya menjadi simbol persaudaraan justru diwarnai konflik dan perselisihan. Mari kita kedepankan musyawarah, kebersamaan, dan semangat melayani jamaah agar masjid benar-benar menjadi pusat kemaslahatan umat,” pesannya.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada pembinaan generasi muda. Menurut Harun, keterlibatan remaja dalam aktivitas masjid menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan syiar Islam di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid untuk menghadirkan program-program yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
“Kita berharap lahir generasi yang dekat dengan masjid, cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap umat dan lingkungan sekitarnya. Jika para pemuda sudah mencintai masjid, maka insya Allah masa depan umat akan lebih baik dan penuh harapan,” tuturnya.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut. Para jamaah tampak aktif mengikuti materi yang disampaikan serta berdiskusi mengenai berbagai upaya memakmurkan masjid di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap kesadaran masyarakat untuk memakmurkan masjid terus meningkat sehingga masjid dapat kembali memainkan perannya sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan umat, serta sentra peradaban Islam yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

