KUA Medan Amplas Perluas Layanan Bimbingan Rohani di RS USU, Penyuluh Kuatkan Iman dan Harapan Pasien ICU

Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus memperluas jangkauan pelayanan keagamaan melalui program Bimbingan Rohani (Bimroh) yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Program ini merupakan wujud komitmen KUA Medan Amplas dalam menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, edukatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan Bimbingan Rohani tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang menginstruksikan seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan pendampingan keagamaan yang profesional serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Nurbaiti Lubis, melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), Senin (3/8/2026). Kegiatan difokuskan kepada pasien yang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 4 dan lantai 5 serta keluarga yang setia mendampingi mereka.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke sejumlah ruang perawatan. Dalam suasana penuh empati dan kekeluargaan, Nurbaiti memberikan pendampingan spiritual melalui nasihat keagamaan, doa, dan motivasi agar pasien tetap memiliki semangat, kesabaran, serta keyakinan kepada Allah SWT di tengah ujian sakit yang sedang dihadapi.

Kepada keluarga pasien, Nurbaiti mengingatkan agar setiap kesempatan menjenguk dimanfaatkan untuk memberikan dukungan moral dan spiritual. Menurutnya, kehadiran keluarga yang penuh kasih sayang mampu menjadi kekuatan tersendiri bagi pasien dalam menjalani proses penyembuhan.

“Kehadiran keluarga di samping pasien bukan hanya memberikan dukungan secara emosional, tetapi juga menjadi penguat batin. Teruslah memberikan semangat, mengiringi dengan doa, dan jangan pernah berhenti berikhtiar karena setiap usaha yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ujar Nurbaiti.

Ia menjelaskan bahwa ikhtiar melalui pelayanan medis harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batin melalui doa, zikir, dan tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, keseimbangan antara usaha lahir dan kekuatan spiritual akan membantu menghadirkan ketenangan hati bagi pasien maupun keluarganya.

Dalam dialog bersama pasien, Nurbaiti juga mengajak mereka untuk memperbanyak kesabaran dan terus berbaik sangka kepada Allah SWT (husnuzan). Ia menegaskan bahwa setiap ujian yang diberikan Allah mengandung hikmah, sehingga seorang mukmin hendaknya tetap optimistis dan tidak berputus asa terhadap rahmat-Nya.

“Sakit adalah ujian yang dapat menjadi jalan penghapus dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT. Karena itu, mari kita jalani setiap proses dengan sabar, terus berdoa, bertawakal, dan yakin bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” ungkapnya.

Selain memberikan penguatan spiritual, Nurbaiti juga membimbing pasien mengenai tata cara melaksanakan salat dalam kondisi sakit. Ia menjelaskan bahwa Islam memberikan berbagai kemudahan bagi orang yang sedang mengalami uzur sehingga kewajiban salat tetap dapat ditunaikan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuanmenegaskan bahwa pelayanan keagamaan harus hadir di berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberadaan penyuluh agama di rumah sakit menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan yang menyentuh aspek spiritual masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan keagamaan di masjid atau majelis taklim, tetapi juga ketika mereka sedang menghadapi ujian kehidupan, termasuk saat menjalani perawatan di rumah sakit. Kehadiran penyuluh agama diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan optimisme bagi pasien dan keluarganya,” ujar Lukman Hakim.

Ia menambahkan bahwa KUA Medan Amplas akan terus mengembangkan program Bimbingan Rohani sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk rumah sakit, akan terus diperkuat agar manfaat pelayanan dapat dirasakan lebih luas.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penyuluh agama. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada seluruh pasien, mengangkat penyakit yang diderita, melimpahkan kekuatan lahir dan batin, serta memberikan kesabaran dan keikhlasan kepada keluarga yang mendampingi.

Melalui program Bimbingan Rohani yang dilaksanakan secara berkelanjutan, KUA Kecamatan Medan Amplas kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di ruang-ruang pelayanan kesehatan diharapkan menjadi sumber penguatan spiritual, menumbuhkan harapan, serta memperkokoh keimanan masyarakat dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *