Medan (Humas) — Memasuki tahun baru Hijriah, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan keagamaan di berbagai sektor, termasuk di lingkungan aparatur pemerintah. Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama (Bimluh), para aparatur sipil negara (ASN) diajak menjadikan pergantian tahun sebagai momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas keimanan, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimluh yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Helvetia, H. Tamrin Butar Butar, S.Ag., S.Pd.I, di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Muhasabah di Awal Tahun” tersebut diikuti oleh para pegawai dengan penuh perhatian dan antusias.
Dalam pemaparannya, H. Tamrin Butar Butar mengajak seluruh peserta untuk menjadikan awal tahun sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui, baik dalam aspek ibadah, keluarga, kehidupan sosial, maupun pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.
Menurutnya, muhasabah merupakan salah satu amalan penting yang diajarkan dalam Islam agar setiap individu mampu mengenali kekurangan diri, memperbaiki kesalahan, serta menyusun langkah yang lebih baik untuk masa depan.
“Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah. Kita perlu mengevaluasi apa yang telah dilakukan selama ini, memperbaiki kekurangan, serta menyusun langkah-langkah yang lebih baik agar kehidupan kita semakin bernilai di hadapan Allah SWT dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa muhasabah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga menyangkut kualitas akhlak, etos kerja, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah yang diberikan.
Menurut Tamrin, ASN memiliki peran strategis sebagai pelayan masyarakat sehingga setiap tugas yang dijalankan harus dilandasi dengan nilai-nilai keimanan dan integritas yang kuat. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga bernilai ibadah dan membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Seorang Muslim hendaknya selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Dengan muhasabah, kita dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan apa yang harus ditingkatkan. Ketika nilai-nilai keimanan menjadi dasar dalam bekerja, maka profesionalisme, kejujuran, dan tanggung jawab akan tumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan refleksi, para peserta tampak mengikuti materi dengan serius. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran spiritual di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks, sehingga para pegawai tetap mampu menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan tanggung jawab keagamaan.
Melalui kegiatan Bimluh yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Kementerian Agama Kota Medan berharap nilai-nilai agama semakin tertanam dalam kehidupan para ASN, sehingga mampu melahirkan pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, disiplin, serta profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Momentum awal tahun Hijriah pun diharapkan tidak hanya menjadi pergantian angka dalam penanggalan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pengabdian, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

