Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) mengajak jamaah Majelis Taklim (MT) Fatimah Az-Zahra Medan Utara untuk memaknai kemerdekaan sebagai nikmat yang harus disyukuri melalui amal dan perbuatan positif. Kegiatan yang mengangkat tema “Bersyukur atas Nikmat Kemerdekaan dalam Semangat HUT RI ke-81” tersebut dilaksanakan di Jalan Pancing V Gang Talib, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (11/8/2026).
Bimluh tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Belawan, Lela Hamidah, S.Ag., dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Barat, Nita Lamongga, S.Ag., sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diikuti jamaah dengan antusias, terutama dalam mendalami bagaimana rasa syukur atas kemerdekaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lela Hamidah dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa kemerdekaan merupakan salah satu nikmat besar yang patut disyukuri. Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga. Karena itu, menurutnya, menghargai perjuangan tersebut dapat dilakukan dengan mengisi kemerdekaan melalui amal kebaikan yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, keluarga, dan masyarakat.
“Kemerdekaan ini merupakan nikmat besar yang harus kita syukuri. Rasa syukur itu jangan hanya diwujudkan dengan ucapan, tetapi juga melalui perbuatan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, kemerdekaan yang kita nikmati dapat menjadi kesempatan untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat kepada orang lain,” ujar Lela.
Ia kemudian mengaitkan pentingnya rasa syukur dengan firman Allah SWT dalam QS. Ibrahim ayat 7 yang mengingatkan bahwa syukur atas nikmat Allah SWT menjadi sebab bertambahnya nikmat tersebut. Menurut Lela, prinsip tersebut dapat diterapkan dalam memaknai kemerdekaan dengan meningkatkan kualitas ibadah, menjaga persatuan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus kita buktikan melalui perbuatan. Kita bisa mewujudkannya dengan meningkatkan ibadah, menjaga persatuan, membantu sesama, menghargai perbedaan, serta menggunakan kemerdekaan ini untuk melakukan hal-hal yang diridai Allah SWT,” katanya.
Lebih lanjut, Lela mengajak jamaah untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan latar belakang merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama melalui sikap saling menghormati dan menghargai.
“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, menjaga kerukunan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta damai. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk belajar saling memahami dan memperkuat persaudaraan,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Nita Lamongga menyampaikan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan dan memperkuat kecintaan kepada tanah air. Ia menjelaskan bahwa rasa cinta kepada bangsa tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan akhlak mulia, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian sosial, serta perhatian terhadap pendidikan generasi muda.
“Cinta kepada tanah air dapat kita wujudkan dengan menjaga akhlak, menaati aturan, mendidik generasi muda dengan nilai-nilai agama, dan ikut menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, serta penuh kepedulian. Anak-anak kita perlu dibekali nilai agama sekaligus nilai kebangsaan agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” ungkap Nita.
Nita juga mengingatkan jamaah agar menjadikan lingkungan keluarga sebagai tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, keluarga yang memiliki kepedulian terhadap agama, sesama, dan lingkungan akan turut memberikan kontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan kuat.
Kegiatan Bimluh kemudian dirangkai dengan Shalat Zuhur berjamaah yang semakin mempererat suasana kebersamaan antara penyuluh agama dan jamaah. Selain menjadi bagian dari pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi jamaah untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan keagamaan dan kehidupan sosial yang mereka hadapi.
Ketua MT Fatimah Az-Zahra, Sri Lestari, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kegiatan pembinaan yang diberikan PAI Kemenag Medan. Ia menilai kehadiran penyuluh agama memberikan manfaat dalam meningkatkan wawasan keagamaan sekaligus memperkuat semangat jamaah untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berterima kasih kepada PAI Kemenag Medan yang telah memberikan pembinaan kepada jamaah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena selain menambah wawasan keagamaan, juga mengingatkan kami untuk terus memperbaiki amal dan menjaga kebersamaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bimluh tersebut, PAI Kemenag Kota Medan terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan ibadah, amal kebaikan, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat bagi sesama.

