Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam melaksanakan pengajian bersama Majelis Taklim Al Humairah yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Amri Sembiring, S.H., tersebut mengusung tema “Bersama Rasulullah SAW Sekompleks di Dalam Surga, Meraih Al-Wasilah wal Fadhilah”. Melalui kegiatan ini, jamaah diajak memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
Dalam tausiahnya, Amri Sembiring menyampaikan bahwa cinta kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keimanan, amal saleh, dan akhlak yang mulia. Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan bekal menuju akhirat adalah amal ibadah dan kebaikan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. “Jika kita ingin memperoleh syafaat Rasulullah SAW dan berharap dapat berkumpul bersama beliau di surga, maka jangan cukup mencintai beliau dengan lisan. Wujudkanlah cinta itu dengan menjaga salat, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujar Amri Sembiring.
Ia menjelaskan bahwa doa memohon Al-Wasilah wal Fadhilah setelah azan bukan sekadar bacaan yang dihafalkan, melainkan bentuk harapan agar Allah SWT menganugerahkan kedudukan tertinggi kepada Rasulullah SAW sekaligus memberikan syafaat kepada umatnya. Menurutnya, kerinduan kepada Rasulullah SAW harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti bersikap jujur, sabar, menghormati orang tua, serta peduli terhadap fakir miskin dan anak-anak yatim. “Kerinduan kepada Rasulullah harus tampak dalam akhlak kita. Ketika kita menyayangi anak yatim, membantu orang yang membutuhkan, dan menjalankan sunnah beliau dengan ikhlas, di situlah cinta kepada Rasulullah benar-benar hidup,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang berlangsung dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan. Senyum dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi pengingat bahwa berbagi merupakan salah satu wujud nyata pengamalan ajaran Islam. Jamaah yang hadir juga tampak antusias mengikuti tausiah hingga akhir kegiatan sebagai bentuk ikhtiar memperdalam pemahaman agama.
Amri Sembiring berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat. “Membahagiakan anak yatim bukan hanya menghadirkan senyum bagi mereka, tetapi juga menjadi ladang amal bagi kita semua. Semoga Allah SWT menjadikan setiap langkah kebaikan ini sebagai jalan untuk memperoleh keberkahan hidup dan mempertemukan kita dengan Rasulullah SAW di surga-Nya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran penyuluh agama dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat melalui dakwah yang menyejukkan dan menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Diharapkan semangat mencintai Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, pembentukan akhlak mulia, serta kepedulian terhadap sesama sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh kasih sayang.

