PAI KUA Medan Helvetia Ajak Jamaah Kelola Waktu untuk Kehidupan yang Lebih Berkualitas

Medan (Humas) — Upaya penguatan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat terus dilakukan KUA Medan Helvetia melalui berbagai kegiatan bimbingan dan penyuluhan. Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, para penyuluh agama hadir memberikan penguatan nilai-nilai keislaman guna membentuk masyarakat yang religius, produktif, dan berkarakter. Salah satu ikhtiar tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) yang dilaksanakan di Majelis Taklim Al-Hijrah Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Medan Helvetia, H. Tamrin Butar-Butar, S.Ag., S.Pd.I, mengangkat tema “Empat Ciri Orang Bahagia dalam Menggunakan Waktunya”. Materi tersebut disampaikan sebagai pengingat pentingnya memanfaatkan waktu secara bijaksana di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Dalam pemaparannya, H. Tamrin menjelaskan bahwa waktu merupakan salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk mengelolanya dengan baik agar bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Kebahagiaan tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta atau kedudukan yang dimiliki seseorang. Salah satu ciri orang yang bahagia adalah mampu menggunakan waktunya untuk hal-hal yang mendatangkan manfaat dan keberkahan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat,” ujar H. Tamrin.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat ciri orang yang bahagia dalam menggunakan waktunya, yaitu senantiasa memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengisi hari-hari dengan aktivitas yang bermanfaat, menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat, serta menghindari perbuatan yang sia-sia.

Menurutnya, kesadaran dalam mengelola waktu menjadi salah satu kunci keberhasilan dan ketenangan hidup. Oleh karena itu, setiap muslim perlu memiliki perencanaan hidup yang baik dan tidak membiarkan waktunya terbuang tanpa tujuan yang jelas.

“Waktu adalah amanah yang tidak akan pernah kembali. Orang yang mampu menjaga dan mengisinya dengan ibadah, belajar, bekerja, serta berbuat kebaikan akan merasakan manfaatnya dalam kehidupan. Sebaliknya, menyia-nyiakan waktu hanya akan menghadirkan penyesalan di kemudian hari,” tambahnya.

Para jamaah tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut dan aktif menyimak materi yang disampaikan. Melalui Bimluh ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan waktu secara produktif semakin meningkat sehingga mampu melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak mulia, berdaya, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *