Medan (Humas) Penyelenggara Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., menggelar rapat evaluasi kinerja penyuluh agama Katolik pada Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang Penyelenggara Agama Katolik, Jalan Sei Batu Gingging Pasar X No. 12, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, ini bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas penyuluhan serta mengoptimalkan pelayanan kepada umat.
Rapat tersebut diikuti oleh Pokjaluh Hamma Sitohang bersama para penyuluh agama Katolik, yakni Marulam Nainggolan, Roni Antonius Sitanggang, Demaran Sigiro, Ricardo Simamora, Leonhard Hutagalung, Zetra Hail Saragih, dan Hekdi Jojada. Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas capaian kinerja penyuluh, pelaksanaan pendampingan kelompok binaan, serta pemenuhan kegiatan penyuluhan melalui metode tatap muka dan media digital.
Evaluasi kinerja dilakukan sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan, efektivitas, dan kualitas pelaporan kegiatan kepenyuluhan. Sejumlah aspek menjadi perhatian bersama, di antaranya pemerataan pelaksanaan penyuluhan tatap muka, peningkatan aktivitas penyuluhan digital, serta penguatan administrasi dan dokumentasi kegiatan. Para penyuluh juga didorong untuk lebih aktif melaksanakan pendampingan kelompok binaan dan memastikan setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik.
Dalam arahannya, Dr. Pinta Omastri Pandiangan menegaskan pentingnya memenuhi target kinerja sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, yaitu 20 kali kegiatan tatap muka dan 4 kegiatan penyuluhan digital. “Mari kita optimalkan pembinaan kelompok binaan, penuhi target sesuai petunjuk teknis, dan tertib dalam administrasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan berkelanjutan,” tegasnya. Penataan kembali kelompok binaan, penyusunan jadwal kunjungan secara teratur, serta kelengkapan bukti pelaksanaan kegiatan menjadi langkah penting untuk mendukung pencapaian target tersebut.
Selain mengevaluasi capaian kinerja, rapat membahas berbagai solusi untuk mengoptimalkan pelaksanaan penyuluhan, termasuk pengembangan kelompok binaan masyarakat khusus dan masyarakat umum, peningkatan kreativitas konten media sosial, serta penataan arsip dokumentasi kegiatan. Para penyuluh juga menyampaikan masukan terkait tantangan di lapangan dan pentingnya koordinasi dalam menyusun program pembinaan yang lebih terarah. Pembahasan turut mencakup dukungan terhadap kegiatan PESPARANI serta pelaksanaan tugas tambahan lainnya.
Melalui rapat evaluasi ini, Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Kota Medan berharap seluruh penyuluh semakin meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, memperbaiki tata kelola administrasi, serta mewujudkan kegiatan penyuluhan agama Katolik yang terencana, terukur, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat moderasi beragama dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

