Medan (Humas) — Memaknai kehidupan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan menjadi pesan yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Arrahman, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Komplek DAD Unikampung, Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Lela Hamidah, S.Ag., sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, Lela menyampaikan materi tentang makna kehidupan berdasarkan QS. Al-Mulk ayat 2 yang mengingatkan manusia bahwa kehidupan dan kematian merupakan ujian dari Allah SWT. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.
Lela Hamidah menjelaskan bahwa kehidupan di dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada manusia untuk berbuat kebaikan. Menurutnya, berbagai nikmat yang diterima manusia seperti kesehatan, keluarga, rezeki, dan kesempatan hidup hendaknya dimanfaatkan untuk beribadah serta memberikan manfaat bagi sesama. “Kehidupan yang Allah berikan kepada kita adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, karena pada akhirnya setiap manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya,” ujar Lela. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT.
Selain itu, QS. Al-Mulk ayat 2 mengajarkan bahwa keberhasilan seorang Muslim tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, jabatan, maupun pencapaian duniawi. Lela menyampaikan bahwa ukuran yang lebih utama adalah seberapa baik amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan sesuai tuntunan agama. “Allah tidak hanya melihat seberapa banyak yang kita lakukan, tetapi juga seberapa baik amal tersebut dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW,” jelasnya. Senada dengan hal itu, ia mengajak jamaah untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan amal kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Lela juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian sehingga kehidupan yang dimiliki perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Selama masih diberikan kesempatan hidup, manusia hendaknya memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berzikir, menjaga sholat, serta berbuat baik kepada keluarga dan sesama. “Kita tidak pernah tahu kapan kesempatan hidup ini berakhir, maka selama masih diberikan umur, gunakanlah waktu untuk melakukan kebaikan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat,” tuturnya. Dengan demikian, kesadaran terhadap kematian diharapkan dapat mendorong jamaah untuk lebih bersungguh-sungguh dalam memperbaiki diri.
Lebih lanjut, Lela menjelaskan bahwa ujian kehidupan tidak selalu hadir dalam bentuk kesulitan atau musibah. Kesehatan, kelapangan rezeki, keluarga, jabatan, dan berbagai kenikmatan yang diterima manusia juga merupakan bentuk ujian dari Allah SWT yang harus disikapi dengan penuh kesadaran. “Ketika mendapatkan nikmat, kita diuji apakah mampu bersyukur, sedangkan ketika mendapatkan kesulitan, kita diuji apakah mampu bersabar dan tetap bertawakal kepada Allah,” katanya. Selain itu, jamaah diajak untuk senantiasa melakukan introspeksi diri dengan melihat sejauh mana nikmat dan kesempatan hidup telah digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan Bimluh tersebut, jamaah Majelis Taklim Arrahman diharapkan semakin memahami bahwa kehidupan merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan akhirat. Pemahaman terhadap QS. Al-Mulk ayat 2 diharapkan dapat mendorong jamaah untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, dan menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, pembinaan keagamaan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual dan membangun kesadaran masyarakat dalam menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam. Dengan demikian, setiap kesempatan hidup dapat diisi dengan amal terbaik yang bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi sesama.

