Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H. Tamrin Butar Butar, S.Ag., S.Pd.I., melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) keagamaan di MT Al Mustaqim, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sebab Tertolaknya Doa” sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman keagamaan kepada para peserta. Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan mengajak jamaah untuk memahami hal-hal yang dapat menjadi penghalang terkabulnya doa.
Dalam penyampaiannya, Tamrin menjelaskan bahwa doa merupakan salah satu bentuk ibadah sekaligus sarana seorang hamba memohon pertolongan kepada Allah SWT. Menurutnya, seorang muslim tidak hanya dianjurkan untuk memperbanyak doa, tetapi juga perlu memperhatikan sikap dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari. “Doa itu adalah ibadah, tetapi kita juga harus memperhatikan apa yang kita makan, bagaimana perilaku kita, dan apakah ada sesuatu yang menjadi penghalang terkabulnya doa,” ujar Tamrin.
Tamrin menerangkan bahwa salah satu sebab tertolaknya doa adalah mengonsumsi sesuatu yang haram atau berasal dari sumber yang tidak baik. Ia mengingatkan agar umat Islam senantiasa menjaga kehalalan makanan, minuman, serta rezeki yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan sampai kita berdoa dengan sungguh-sungguh, tetapi di sisi lain masih mengonsumsi sesuatu yang haram atau mendapatkan rezeki dengan cara yang tidak benar,” katanya.
Selain persoalan makanan dan rezeki, Tamrin juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia serta menjauhi perbuatan maksiat. Menurutnya, seorang muslim perlu melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan agar doa yang dipanjatkan disertai dengan usaha memperbaiki diri. “Kita harus terus memperbaiki diri, meninggalkan maksiat, memperbanyak amal saleh, dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” ungkapnya.
Melalui kegiatan bimluh tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan berharap peserta dapat memahami bahwa terkabulnya doa tidak terlepas dari kualitas keimanan dan perilaku seseorang. Doa perlu disertai dengan keyakinan kepada Allah SWT, kesungguhan dalam beribadah, serta usaha untuk menjauhi berbagai hal yang dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Tamrin juga mengajak peserta agar tidak mudah berputus asa ketika doa belum mendapatkan jawaban sesuai dengan harapan.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para peserta untuk senantiasa memperbanyak doa sekaligus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Tamrin menekankan bahwa seorang muslim harus tetap berprasangka baik kepada Allah SWT dan yakin bahwa setiap doa memiliki hikmah di baliknya. “Jangan pernah berhenti berdoa dan jangan berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah mengetahui apa yang terbaik bagi setiap hamba-Nya,” pungkasnya.

