Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, bertugas sebagai khatib dan imam Salat Jumat di Masjid Al Panut, Jalan Kebun indah, Sunggal, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ibadah Jumat tersebut dihadiri Ketua BKM Al Panut Wasimin, imam masjid Kabul Hariyanto keluarga pewakif Sucipto, serta ratusan jamaah yang memadati masjid untuk menunaikan Salat Jumat.
Dalam khutbahnya, Paidi mengangkat tema “Kunci Kesempurnaan Ibadah”. Ia menjelaskan bahwa setiap ibadah yang dilakukan seorang muslim hendaknya tidak hanya dipenuhi secara lahiriah, tetapi juga memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan syariat agar bernilai di sisi Allah SWT dan menjadi sebab diterimanya amal.
Paidi menyampaikan bahwa terdapat lima kunci kesempurnaan ibadah. Pertama, memiliki keimanan yang benar kepada Allah SWT sebagai landasan utama seluruh amal. Kedua, meluruskan niat dengan penuh keikhlasan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Ketiga, melaksanakan ibadah sesuai syarat dan rukun yang telah ditentukan sehingga ibadah menjadi sah menurut syariat.
Selanjutnya, kunci keempat adalah menjalankan ibadah dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, baik yang bersumber dari hadis maupun firman Allah SWT dalam Al-Qur’an. Sementara kunci kelima adalah menjaga kemurnian tauhid dengan tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai praktik-praktik syirik, serta tidak mempersekutukan Allah SWT dalam bentuk apa pun.
Melalui khutbah Jumat tersebut, KUA Kecamatan Medan Sunggal berharap jamaah semakin memahami pentingnya memperbaiki kualitas ibadah, tidak hanya dari sisi pelaksanaan, tetapi juga dari sisi akidah, keikhlasan, dan kepatuhan terhadap tuntunan syariat. Pembinaan keagamaan seperti ini menjadi bagian dari komitmen KUA Medan Sunggal dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.
Khutbah Jumat yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, menekankan bahwa kesempurnaan ibadah bergantung pada lima aspek utama, yaitu keimanan kepada Allah SWT, keikhlasan niat, pelaksanaan sesuai syarat dan rukun, mengikuti sunnah Rasulullah SAW, serta menjaga kemurnian tauhid dengan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Pesan ini diharapkan menjadi pedoman bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah sehingga memperoleh rida dan penerimaan dari Allah SWT.(Paidi).

