Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien rawat inap di RSP CHL USU Medan yang beralamat di Jalan Dr. Mansyur, No. 66 Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan semangat, motivasi, serta penguatan spiritual kepada pasien agar tetap tabah, sabar, dan optimistis dalam menjalani proses pengobatan demi memperoleh kesembuhan.
Bimbingan diberikan kepada pasien yang beragama Islam, sedangkan pasien dari agama lain mendapatkan pelayanan rohani sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing.
Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, Paidi didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Labuhan, Khairil Anwar Saragih, serta pengurus Pokjaluh Kota Medan, Suriadi dan Hasan Parinduri. Pelaksanaan bimbingan dibagi menjadi dua kelompok untuk menjangkau pasien di beberapa ruang perawatan. Paidi bersama Khairil Anwar Saragih memberikan bimbingan dan penyuluhan di lantai 5, sedangkan Suriadi bersama Hasan Parinduri melaksanakan kegiatan serupa di lantai 4 RSP CHL USU Medan.
Dalam penyuluhannya, Paidi menyampaikan bahwa kehidupan manusia selalu memiliki dua sisi, seperti bahagia dan susah, kaya dan miskin, serta sehat dan sakit. Menurutnya, setiap keadaan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang harus disikapi dengan rasa syukur, kesabaran, dan pikiran positif. “Ketika takdir baik berupa kesehatan maupun takdir yang tidak kita harapkan berupa kesusahan dan penyakit datang, keduanya harus kita sikapi dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Susah dan senang merupakan bagian dari kehidupan yang harus kita hadapi dengan positive thinking, bukan negative thinking,” ujar Paidi.
Lebih lanjut, Paidi mengajak pasien untuk mengambil hikmah dari ujian sakit yang sedang dihadapi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi pengingat bagi setiap orang untuk lebih menghargai nikmat kesehatan, menjaga pola hidup sehat, memperbanyak istirahat, menghindari kebiasaan begadang, serta menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, sakit juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. “Salah satu hikmah dari ujian sakit adalah mengingatkan kita agar menjaga nikmat sehat sebelum datangnya sakit. Kita juga perlu bercermin diri, sejauh mana persiapan kita untuk kembali kepada Allah SWT, bagaimana ibadah dan amaliah kita sehari-hari,” tambahnya.
Paidi juga mengimbau pasien agar terus meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT melalui pelaksanaan salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak selawat, bersedekah, dan membantu sesama sesuai dengan kemampuan. Menurutnya, ujian sakit hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan harapan, melainkan menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat keimanan. Ia berharap melalui bimbingan keagamaan tersebut, pasien memperoleh ketenangan batin, memiliki semangat untuk menjalani pengobatan, serta senantiasa berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT.
Kegiatan dilanjutkan oleh Khairil Anwar Saragih yang menutup bimbingan dengan membacakan doa memohon kesembuhan kepada Allah SWT bagi seluruh pasien yang sedang menjalani perawatan. Dalam doanya, ia juga memohon agar pasien diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi ujian, serta keluarga yang mendampingi diberikan keteguhan hati. “Kita berdoa agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada pasien, memberikan ketabahan dan kesabaran kepada keluarga yang mendampingi, serta memudahkan segala urusan dalam proses pengobatan,” ungkap Khairil Anwar Saragih.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan oleh para penyuluh agama Islam, khususnya kepada pasien rawat inap di rumah sakit. Menurutnya, kehadiran penyuluh tidak hanya memberikan pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang dapat menguatkan mental dan spiritual pasien. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan pendampingan ini. Orang yang sedang sakit membutuhkan perhatian, kunjungan, dan dukungan spiritual. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memberikan semangat, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan keimanan pasien kepada Allah SWT,” ujar Agus Salim. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan bimbingan rohani dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian KUA terhadap masyarakat, sekaligus membantu pasien menjalani masa perawatan dengan lebih tenang, sabar, dan penuh harapan akan kesembuhan.
Bimbingan dan penyuluhan keagamaan di RSP CHL USU Medan merupakan bentuk pelayanan spiritual yang bertujuan memberikan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat dan optimisme pasien dalam menjalani pengobatan. Melalui sinergi para penyuluh agama, diharapkan pasien dan keluarga memperoleh dukungan rohani yang bermanfaat dalam menghadapi ujian sakit dengan sabar, ikhlas, dan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT.(Paidi).

