Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal melaksanakan kegiatan pendampingan bagi Putra-Putri Altar Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Materi yang disampaikan adalah pengenalan peralatan Misa sebagai bagian dari pembinaan dan peningkatan pemahaman liturgi bagi para pelayan altar.
Pendampingan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan Putra-Putri Altar mengenai berbagai peralatan yang digunakan dalam perayaan Ekaristi. Sebagai pelayan altar, mereka tidak hanya dituntut memahami tugas pelayanan, tetapi juga mengenal nama, fungsi, serta tata cara penggunaan dan perlakuan terhadap setiap peralatan liturgi dengan benar. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar pelayanan dapat dilaksanakan secara tertib, penuh hormat, dan sesuai dengan ketentuan liturgi Gereja Katolik.
Dalam penyampaian materi, peserta diperkenalkan dengan berbagai peralatan Misa, antara lain piala atau calix, patena, sibori atau ciborium, palla, korporal, purifikatorium, dan ampul. Dijelaskan bahwa setiap peralatan memiliki fungsi khusus dalam perayaan Ekaristi. Piala dan patena digunakan dalam liturgi Ekaristi, sibori digunakan untuk menampung hosti, sedangkan korporal menjadi alas bagi piala dan patena di atas altar. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan peralatan pendukung liturgi, seperti salib prosesi, lilin altar, wiruk atau pedupaan, serta tempat dupa. Melalui penjelasan tersebut, para peserta diharapkan dapat memahami fungsi masing-masing peralatan dan menggunakannya sesuai dengan tata perayaan liturgi.
Dalam kegiatan tersebut, Putra-Putri Altar juga diingatkan bahwa pelayanan altar bukan sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan merupakan bentuk pelayanan iman kepada Tuhan dan seluruh umat. Oleh karena itu, setiap pelayan altar diharapkan memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kesopanan, serta penghormatan terhadap benda-benda liturgi. Persiapan sebelum Misa, ketepatan dalam menjalankan tugas, dan kerja sama antarpelayan menjadi unsur penting dalam mendukung perayaan Ekaristi yang tertib dan khidmat.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen penyuluh agama dalam mendampingi dan melayani umat melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan serta pembinaan iman secara berkelanjutan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal yang senantiasa hadir mendampingi dan melayani umat melalui kegiatan pembinaan keagamaan. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi Putra-Putri Altar, menambah pengetahuan mereka tentang liturgi, serta meningkatkan nilai-nilai keimanan dan kehidupan spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan di Gereja,” ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan Putra-Putri Altar Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal semakin memahami peralatan Misa dan mampu melaksanakan tugas pelayanan dengan lebih baik. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat membentuk pelayan altar yang terampil, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kedalaman iman. Dengan demikian, kehadiran Putra-Putri Altar tidak hanya membantu kelancaran perayaan Ekaristi, tetapi juga menjadi wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam kehidupan dan pelayanan Gereja Katolik.(RAS/PAI)

