Medan (Humas) — Menindaklanjuti arahan dan penugasan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Medan dalam rangka penguatan pembinaan karakter generasi muda, Tim Penyuluh Agama Islam Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP Negeri 20 Medan, pada Kamis 15 November 2026.
Kegiatan BRUS bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan serta mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar, khususnya bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, dipandu oleh Putra Muroswana, S.Th.I (Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Deli), serta diikuti para siswa dengan antusias.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMP Negeri 20 Medan, Dr. Halpan Siregar, MM., beserta dewan guru. Hadir pula para Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, yakni Puligong Siregar, S.Ag (Medan Marelan), Lela Hamidah, S.Ag, Ahmad Bulian, M.Pem.I (Medan Belawan), Sulaiman, S.Th.I, M.Ag (Medan Labuhan), Nita Lamongga, S.Ag (Medan Barat), Saiful Akhyar Tanjung, S.Sos. (Medan Timur), serta Firmansyah, S.HI (Medan Tuntungan) yang menyampaikan materi penyuluhan.
Dalam pemaparannya, Firmansyah menjelaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan remaja karena berdampak buruk terhadap kesehatan, psikologis, sosial, dan spiritual. Ia mengajak para siswa untuk memperkuat iman, menjaga diri, serta bijak dalam memilih pergaulan.
“Penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan dan akhlak generasi muda. Remaja harus memiliki pemahaman yang kuat serta keberanian untuk menolak ajakan yang menjerumuskan,” ujar Firmansyah.
Sementara itu, Puligong sebagai Penyuluh Agama Islam menegaskan bahwa kegiatan BRUS merupakan bagian dari peran strategis penyuluh agama dalam pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan ini, penyuluh hadir memberikan penguatan nilai keimanan, akhlak, dan ketahanan diri agar remaja mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan..
“Bimbingan ini diharapkan mampu membentengi siswa dengan nilai keimanan dan akhlak mulia agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan,” ujar Puligong.
Halpan sebagai Kepala SMP Negeri 20 Medan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pihak sekolah dan Kementerian Agama Kota Medan melalui pelaksanaan kegiatan BRUS. Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif dan strategis dalam mendukung pembentukan karakter, moral, serta kepribadian peserta didik di lingkungan sekolah. “Kegiatan ini sangat positif dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik, dan kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut,” tuturnya.
Kegiatan BRUS ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sulaiman sebagai bentuk harapan dan ikhtiar spiritual agar kegiatan tersebut membawa keberkahan. Setelah itu, para siswa diberikan pesan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi belajar serta membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Melalui penutup tersebut, para siswa diharapkan mampu menjaga akhlak dan menjauhi segala bentuk perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

