Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Ajak Umat Tingkatkan Kasih kepada Tuhan dan Sesama

Medan (Himas) Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Sitanggang, bersama umat Lingkungan Sta. Teresa Kalkuta menggelar pertemuan iman pada Kamis malam, (8/5/ 2026), pukul 20.00 WIB di rumah keluarga E. Malau/br. Sianturi, Jalan Tapian Nauli Pasar IV, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.

Pertemuan iman diawali dengan doa pembukaan serta nyanyian rohani yang dipimpin oleh petugas liturgi. Seluruh umat yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat. Kehangatan dan kebersamaan tampak nyata selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat persaudaraan di tengah lingkungan umat.
Dalam penyuluhan iman tersebut, Roni Sitanggang menyampaikan materi bertema kasih terhadap Tuhan dan sesama manusia yang diambil dari Injil Yohanes 15:9–11. Melalui firman Tuhan tersebut, umat diajak untuk tetap tinggal di dalam kasih Tuhan agar memperoleh sukacita yang sempurna dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh menegaskan bahwa kasih kepada Tuhan tidak hanya diwujudkan melalui doa dan ibadah semata, tetapi juga melalui kesetiaan menjalankan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kasih kepada sesama dapat diwujudkan melalui sikap peduli, saling membantu, menghargai, dan menjaga kerukunan antarwarga tanpa membedakan latar belakang. Ia juga mengajak umat untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama menanamkan nilai kasih, pengampunan, dan perhatian satu sama lain. Menurutnya, keluarga yang dipenuhi kasih akan melahirkan pribadi-pribadi yang mampu membawa damai di tengah masyarakat dan lingkungan gereja.

Dalam kesempatan tersebut, umat diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman iman dan saling memberi penguatan rohani. Beberapa umat menyampaikan bahwa pertemuan iman seperti ini sangat membantu mereka untuk semakin memahami ajaran kasih serta mempererat hubungan persaudaraan antarumat di lingkungan. Penyuluh berharap kegiatan pertemuan iman dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembinaan rohani umat. Selain memperdalam iman, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat persatuan dan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat yang semakin beragam dan dinamis.

Kegiatan pertemuan iman ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah bersama seluruh umat yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan umat semakin memahami makna kasih yang sejati serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya persaudaraan yang harmonis di tengah lingkungan.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *