Medan (Humas) Suasana haru menyelimuti prosesi ijab kabul pasangan pengantin Rizki Hidayat Rangkuti dan Saharani yang berlangsung di balai nikah KUA Kecamatan Medan Sunggal, JL.Seroja No.1 Medan, Kamis (8/5/2026). Prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I, yang sekaligus bertindak sebagai wali hakim dalam pernikahan tersebut. Dengan mahar emas seberat 3 gram, ijab kabul berlangsung lancar dan khidmat di hadapan keluarga serta para saksi.
Momen penuh haru tampak ketika ijab kabul dinyatakan sah oleh para saksi. Pengantin wanita, Saharani, tidak mampu menahan air mata karena menjalani hari bahagianya tanpa didampingi kedua orang tua yang telah tiada. Suasana balai nikah pun menjadi emosional ketika para hadirin ikut merasakan kesedihan sekaligus kebahagiaan yang dirasakan mempelai wanita. Keharuan tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT selalu menghadirkan jalan dan kebahagiaan bagi setiap hamba-Nya.
Dalam prosesi akad nikah, Rizki Hidayat Rangkuti mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan tegas di hadapan penghulu serta saksi nikah. Kehadiran Kepala KUA Medan Sunggal sebagai wali hakim memberikan kekuatan dan ketenangan bagi kedua mempelai, khususnya bagi mempelai wanita yang merupakan anak yatim piatu. Prosesi berlangsung sederhana namun penuh makna dan kekhidmatan.
Dalam nasihat pernikahannya, Agus Salim, menyampaikan doa dan harapan agar pasangan tersebut menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesabaran, komunikasi, serta saling menghormati dalam kehidupan rumah tangga. “Semoga Allah SWT memberikan kelapangan rezeki, keberkahan hidup, serta usia pernikahan yang panjang hingga akhir hayat,” ujar Agus Salim dalam nasihatnya kepada kedua mempelai.
Beliau juga menambahkan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga ibadah yang harus dijaga dengan keikhlasan dan tanggung jawab. “Rumah tangga yang baik dibangun dengan cinta, kesabaran, dan doa. Ketika ujian datang, maka pasangan suami istri harus saling menguatkan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tegas Agus Salim di hadapan para tamu yang hadir.
Prosesi ijab kabul Rizki Hidayat Rangkuti dan Saharani di balai nikah KUA Medan Sunggal tidak hanya menjadi momen sakral penyatuan dua insan, tetapi juga menghadirkan pelajaran tentang ketabahan, keikhlasan, dan kasih sayang Allah SWT. Di tengah keterbatasan dan kesedihan karena tidak didampingi orang tua, mempelai wanita tetap dapat merasakan kebahagiaan di hari pernikahannya. Keharuan yang mengiringi akad nikah tersebut menjadi doa bersama agar pasangan pengantin senantiasa diberikan kebahagiaan, keberkahan, dan keluarga yang harmonis hingga akhir hayat.(Paidi).

