Penyuluh Kristen Kemenag Medan Hadirkan Pembinaan Keagamaan dan Semangat Kemerdekaan bagi Lansia Oikumene Primbanan

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat, termasuk para lanjut usia. Pembinaan tersebut dilaksanakan bersama Lansia Oikumene Primbanan di Jalan Melati Raya No. 55, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti dengan antusias oleh para lansia. Firman Tuhan disampaikan oleh Dr. Saronisa Ginting dengan mengambil dasar dari Yeremia 29:7 yang mengajak umat untuk terus menghadirkan kebaikan bagi lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam penyampaian firman Tuhan, Saronisa Ginting mengajak para lansia untuk tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa usia bukan menjadi alasan untuk berhenti berbuat baik, sebab setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk menjadi berkat melalui doa, perhatian, pengalaman, dan keteladanan. Pesan dari Yeremia 29:7 juga menjadi pengingat agar setiap umat tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi turut mendoakan dan mengusahakan kesejahteraan lingkungan tempat mereka berada. “Mari kita terus menjadi pribadi yang membawa kebaikan dan mendoakan kesejahteraan lingkungan di mana kita berada,” ujar Saronisa Ginting.

Lebih lanjut, Saronisa menyampaikan bahwa para lansia memiliki pengalaman hidup yang panjang dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi di sekitarnya. Pengalaman tersebut dapat diwujudkan melalui sikap bijaksana, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan untuk terus mendoakan keluarga dan lingkungan. Menurutnya, kehidupan yang dijalani dengan iman akan membuat seseorang tetap memiliki pengharapan dan semangat meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. “Kita mungkin tidak lagi sekuat ketika masih muda, tetapi kita tetap dapat memberikan sesuatu yang sangat berarti melalui doa, nasihat, kasih, dan teladan kehidupan,” ungkapnya.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para lansia. Perayaan tersebut diisi dengan berbagai permainan dan pertandingan yang dirancang untuk membangun suasana ceria sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta. Para lansia tampak antusias mengikuti setiap kegiatan dan turut berpartisipasi dalam permainan yang telah disiapkan. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menikmati suasana kebersamaan sekaligus memaknai kemerdekaan sebagai anugerah yang perlu dirawat melalui persatuan, kepedulian, dan semangat untuk terus berkarya.

Rangkaian permainan dan pertandingan dipandu oleh Verawati Butar Butar, M.Pd., yang turut membangun suasana hangat dan menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Berbagai permainan menjadi sarana rekreasi sekaligus memberikan ruang bagi para lansia untuk berinteraksi dan saling memberikan semangat. Verawati mengatakan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menjaga semangat dan kebersamaan para lansia, sehingga mereka tetap merasa aktif dan dihargai dalam lingkungan sosialnya. “Perayaan kemerdekaan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersukacita, menjaga kebersamaan, dan tetap semangat meskipun usia terus bertambah,” ujar Verawati.

Menurut Verawati, kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur serta terus menjaga hubungan baik dengan sesama. Karena itu, kegiatan bersama tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun suasana positif dan memperkuat hubungan sosial para peserta. “Yang terpenting bukan siapa yang menang atau kalah dalam permainan, tetapi bagaimana kita bisa tertawa bersama, saling mendukung, dan menikmati kebersamaan. Semangat seperti inilah yang perlu terus kita jaga,” katanya.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pembinaan rohani dan kepedulian sosial bagi para lansia. Perpaduan antara ibadah dan kegiatan kebersamaan memberikan pengalaman yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial, sehingga para peserta dapat memperoleh penguatan iman dan sukacita dalam suasana kekeluargaan. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan di tengah para lansia menjadi bentuk pelayanan yang diharapkan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan. Pembinaan seperti ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan bahwa para lansia tetap memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan lingkungan melalui doa, keteladanan, serta kepedulian.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh sukacita dan diikuti secara antusias oleh para peserta. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan keagamaan dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan tanpa mengurangi nilai-nilai spiritual yang ingin disampaikan. Melalui firman Tuhan, para lansia mendapatkan penguatan untuk terus menjadi pribadi yang membawa kebaikan, sedangkan melalui perayaan kemerdekaan mereka memperoleh ruang untuk bersukacita dan mempererat persaudaraan. Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen diharapkan terus menghadirkan pelayanan yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat serta memberikan penguatan iman, semangat kebersamaan, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *