Penyuluh Kristen Kemenag Medan Perkuat Pendampingan Spiritual Pasien di Rumah Sakit Estomihi

Medan (Humas) — Kemenag Medan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan di Rumah Sakit Estomihi, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan pelayanan rohani ini menjadi bagian dari upaya penguatan spiritual bagi pasien dan keluarga agar tetap memiliki pengharapan, ketenangan, serta kekuatan iman selama menjalani masa perawatan.

Pelayanan diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Demak Hasibuan, S.Pd, dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Tiurma Butarbutar. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mengajak pasien serta keluarga untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah pergumulan yang dihadapi.

Firman Tuhan disampaikan oleh Debora Br. Pandia, S.Th, yang mengangkat pesan tentang pengharapan dan kekuatan dari Tuhan bagi setiap orang yang sedang mengalami penderitaan maupun pergumulan hidup. Melalui renungan tersebut, peserta diajak untuk tetap percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap proses pemulihan.

Selain penyampaian firman, kegiatan juga diisi dengan bimbingan dan konseling rohani kepada pasien serta keluarga yang dilakukan oleh Mateus Brian Purba, S.Th. Pendampingan tersebut bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual agar pasien tetap memiliki semangat serta keyakinan dalam menjalani proses pengobatan.

Mateus Brian Purba menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di rumah sakit bukan hanya untuk memberikan pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi sahabat yang mendengarkan, menguatkan, dan menghadirkan harapan bagi pasien serta keluarga. Menurutnya, dukungan spiritual memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi berbagai tantangan selama masa perawatan, sehingga mereka tetap memiliki ketenangan batin dan semangat untuk menjalani proses penyembuhan.

“Dalam situasi sakit, seseorang tidak hanya membutuhkan pengobatan secara medis, tetapi juga dukungan rohani yang dapat memberikan ketenangan dan pengharapan. Melalui pelayanan ini, kami ingin menghadirkan semangat, penghiburan, dan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai setiap proses pemulihan yang dijalani pasien,” ujar Mateus.

Ia menambahkan bahwa bimbingan rohani menjadi bagian penting dalam membantu pasien menghadapi berbagai tantangan selama masa perawatan. Menurutnya, penguatan spiritual dapat menjadi sumber motivasi yang membantu pasien tetap optimis dan tidak kehilangan harapan.

“Kami berharap kehadiran penyuluh agama dapat memberikan dampak positif bagi pasien dan keluarga. Ketika hati menjadi lebih tenang dan iman semakin kuat, mereka akan memiliki energi serta semangat yang lebih baik dalam menghadapi proses penyembuhan,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pasien serta keluarga mengikuti rangkaian pelayanan dengan penuh perhatian dan antusias. Kehadiran para penyuluh agama diharapkan mampu menjadi saluran kasih yang menghadirkan penghiburan, penguatan, dan damai sejahtera bagi mereka yang sedang sakit.

Melalui layanan bimbingan rohani yang berkelanjutan, Kemenag Medan terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di rumah sakit menjadi wujud nyata komitmen Kemenag Medan dalam memperkuat aspek spiritual masyarakat sekaligus mendukung terciptanya pelayanan yang lebih holistik bagi pasien dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *