Medan (Humas) — Ibadah merupakan bagian penting dalam kehidupan rohani umat Kristen. Ibadah bukan sekadar rutinitas atau kewajiban keagamaan, melainkan kebutuhan hidup orang percaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperoleh kekuatan dalam menjalani kehidupan. Hal inilah yang dilaksanakan Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal melalui kegiatan peribadatan bagi ASN, PNS, dan PPPK Pengadilan Negeri Medan yang beragama Kristen di Pengadilan Negeri Medan, Jalan Pengadilan Nomor 8, Kelurahan Petisah Tengah, Kota Medan, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan peribadatan diawali oleh Mahla Tarigan dengan mengumandangkan lagu-lagu gerejawi dan puji-pujian kepada Tuhan. Suasana tersebut membawa para peserta untuk lebih menghayati makna ibadah serta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Melalui puji-pujian, peserta diajak mempersiapkan hati untuk menerima firman Tuhan dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Selanjutnya, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Sindar Purba, menyampaikan firman Tuhan dari Alkitab mengenai tanggung jawab. Ia mengangkat Galatia 6:5 yang mengingatkan bahwa setiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. “Sebab setiap orang akan memikul tanggungannya sendiri atau bebannya sendiri. Firman ini mengajarkan bahwa setiap pribadi memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujar Sindar Purba.
Sindar Purba kemudian menguatkan pesan tersebut melalui Kolose 3:23 yang mengajarkan agar segala sesuatu yang dikerjakan dilakukan dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan pekerjaan karena setiap tugas yang dipercayakan harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran, kesungguhan, dan integritas. “Apa pun yang kamu kerjakan, kerjakanlah dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” tambahnya.
Penguatan mengenai tanggung jawab juga disampaikan Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Asima Manik. Ia mengutip Ezra 10:4, “Bangkitlah karena perkara ini adalah tanggung jawabmu, tetapi kami akan menyertaimu.” Menurut Asima, ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap orang harus berani bangkit dan mengambil tanggung jawab atas tugas yang dipercayakan kepadanya. Ia juga mengaitkannya dengan Kejadian 3:19 yang mengajarkan pentingnya bekerja dan berikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa ibadah memiliki hubungan erat dengan kualitas iman dan perilaku seseorang. Ibadah yang dilakukan dengan benar diharapkan mampu membentuk pribadi yang baik, menjauhkan manusia dari sifat jahat dan rakus, serta mendorong seseorang untuk senantiasa melakukan kebaikan. “Ibadah adalah kunci keimanan seseorang agar manusia tidak jahat dan rakus. Perbaikilah ibadah. Jika ibadahnya benar, maka ibadah itulah yang akan mencegah seseorang dari perbuatan jahat,” ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan peribadatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal berharap penguatan iman tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Pesan tentang tanggung jawab, ketekunan, kejujuran, dan kesungguhan dalam bekerja diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para ASN, PNS, dan PPPK Pengadilan Negeri Medan dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pembinaan rohani ini menjadi bagian dari upaya membangun aparatur yang memiliki iman kuat, berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu memberikan pelayanan publik secara profesional dan berlandaskan nilai-nilai moral keagamaan.(Paidi).

