Medan (Humas) — Dakwah merupakan kewajiban setiap muslim untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat. Di era modern, dakwah tidak hanya dilakukan melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat memanfaatkan berbagai media massa elektronik, termasuk radio. Hal tersebut dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melalui program Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan.
Paidi melaksanakan rekaman materi dakwah di studio RRI Pro 4 FM Medan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Nomor 214, Kelurahan Sei Sikambing C.II, Kota Medan, Kamis, 10 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi operator rekaman RRI Pro 4 FM, Monica. Adapun materi yang disampaikan mengangkat tema “Dzikrullah atau Mengingat Allah”, yang diharapkan dapat memberikan penguatan keimanan kepada masyarakat.
Paidi menjelaskan bahwa dzikrullah merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim. Dzikrullah berarti mengingat dan menyebut nama Allah SWT sebagai upaya mendekatkan diri kepada-Nya. “Secara bahasa, dzikir berarti mengingat, menyebut, atau mengenang Allah SWT. Dzikir dapat dilakukan melalui lisan dengan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan La ilaha illallah,” ujar Paidi.
Lebih lanjut, Paidi menyampaikan bahwa membiasakan diri berdzikir memiliki banyak manfaat bagi kehidupan seorang muslim. Dzikir dapat memberikan ketenteraman dan ketenangan hati, menjadi sarana mendekatkan diri serta memohon perlindungan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi amalan yang mendatangkan pahala dan pengampunan dari Allah SWT. “Orang yang senantiasa mengingat Allah akan memperoleh ketenangan hati. Dzikir juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon perlindungan-Nya, serta mengharapkan pahala dan ampunan yang besar,” tambah Paidi.
Menurutnya, di tengah kesibukan dan berbagai persoalan kehidupan, umat Islam perlu menjadikan dzikir sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Dengan memperbanyak mengingat Allah, seorang muslim diharapkan mampu menjaga hati, memperkuat keimanan, serta menghadapi berbagai persoalan dengan lebih tenang dan penuh tawakal. Penyampaian materi melalui radio menjadi salah satu cara memperluas jangkauan dakwah agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima masyarakat di berbagai tempat.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal tersebut. Ia menilai penyuluh memiliki peran penting dalam menyampaikan bimbingan dan edukasi keagamaan kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi. “Kami sangat berterima kasih kepada para Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal yang senantiasa memberikan bimbingan kepada masyarakat. Dakwah tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga dapat dikembangkan melalui media radio sehingga jangkauannya menjadi lebih luas,” ujar Agus Salim.
Kegiatan rekaman dakwah untuk program Mutiara Sore RRI Pro 4 FM tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi dalam memperkuat penyiaran pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Melalui tema dzikrullah, Paidi mengajak pendengar untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan. Dengan memperbanyak dzikir, diharapkan hati menjadi lebih tenteram, keimanan semakin kuat, dan setiap aktivitas kehidupan senantiasa berada dalam bingkai ketaatan kepada Allah SWT.(Paidi).

