Medan (Humas) – Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dalam meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan kepada masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang edukatif dan berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., agar seluruh jajaran, baik penyuluh agama, penghulu, maupun Penata Layanan Operasional (PLO), senantiasa menghadirkan pelayanan keagamaan yang prima dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Dr. Syarto, Lc., M.A., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) kepada jamaah Majelis Taklim Raudhatul Jannah di Musholla Taqwa, Gang Supir, Jalan Pembangunan Baru, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (19/6/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut, Dr. Syarto menyampaikan materi bertema “Tadabbur QS. Al-Fajr Ayat 1–5”, dengan mengajak jamaah memahami pesan-pesan kehidupan yang terkandung dalam lima ayat pembuka surah Al-Fajr. Menurutnya, ayat-ayat tersebut tidak hanya berisi sumpah Allah SWT, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan pengurus Majelis Taklim Raudhatul Jannah, Hj. Nurjani, serta puluhan jamaah yang hadir, Dr. Syarto menjelaskan bahwa ayat pertama, “Wal-Fajr” (Demi fajar), mengandung pesan optimisme dan harapan. Sebagaimana fajar yang selalu datang setelah gelapnya malam, seorang muslim harus meyakini bahwa setiap kesulitan yang dihadapi akan disertai jalan keluar dan kemudahan dari Allah SWT.
“Fajar mengajarkan kepada kita untuk tidak berputus asa. Seberat apa pun ujian yang dihadapi, Allah SWT selalu menghadirkan harapan dan pertolongan bagi hamba-Nya yang beriman dan bersabar,” ujar Syarto.
Selanjutnya, pada ayat kedua, “Wa layālin ‘asyr” (Dan demi malam yang sepuluh), ia mengajak jamaah untuk menyadari pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Menurutnya, waktu merupakan amanah yang tidak dapat diulang dan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang.
“Orang yang mampu mengelola waktunya dengan baik akan lebih mudah mencapai keberhasilan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Karena itu, setiap detik yang Allah berikan harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bernilai ibadah dan kebaikan,” jelasnya.
Pada ayat ketiga, “Wasy-syaf’i wal-watr” (Dan demi yang genap dan yang ganjil), Syarto menekankan pentingnya keseimbangan hidup. Islam mengajarkan umatnya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dunia dan akhirat, antara hak pribadi dan hak sosial, serta antara ibadah dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, ayat keempat, “Wal-laili idzā yasr” (Dan demi malam apabila berlalu), mengandung pelajaran tentang sunnatullah atau hukum-hukum Allah yang berlaku dalam kehidupan. Tidak ada kondisi yang berlangsung selamanya; kesulitan, kesedihan, maupun cobaan akan berlalu sebagaimana malam yang berganti dengan siang.
“Ayat ini mengajarkan kita untuk bersabar dan tetap optimis. Setiap kesulitan pasti ada akhirnya. Allah SWT mengatur kehidupan dengan penuh hikmah, dan tugas kita adalah terus berikhtiar serta bertawakal kepada-Nya,” ungkapnya.
Adapun ayat kelima, “Hal fī dzālika qasamun lidzī hijr” (Pada yang demikian itu terdapat sumpah bagi orang yang berakal), menegaskan pentingnya menjaga dan memanfaatkan akal sebagai anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
“Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan keimanan, tetapi juga mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa kehidupan. Akal yang sehat harus dirawat dengan ilmu, lingkungan yang baik, dan ketaatan kepada Allah SWT agar mampu menjadi penuntun menuju kebaikan,” tutur Dr. Syarto.
Kegiatan BIMLUH tersebut mendapat sambutan positif dari para jamaah. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung setelah penyampaian materi. Berbagai pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari menjadi pembahasan yang menarik dan memperkaya pemahaman jamaah.
Pengurus Majelis Taklim Raudhatul Jannah, Hj. Nurjani, menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan karena dinilai sangat relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
“Materi tadabbur Al-Qur’an seperti ini sangat bermanfaat karena membantu jamaah memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an secara lebih mendalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah. Melalui kegiatan BIMLUH ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui bacaan, tetapi juga melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan lahir pribadi-pribadi muslim yang optimis dalam menghadapi kehidupan, disiplin memanfaatkan waktu, mampu menjaga keseimbangan hidup, memahami sunnatullah, serta menggunakan akal sehat sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

