Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., bertugas sebagai imam sekaligus khatib Jumat di Masjid Darul Jalal, Jl. Taut/Sukaria No. 29 Medan, pada Jumat (12/12). Dalam khutbahnya, beliau mengangkat tema tentang keutamaan sedekah, khususnya dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir di beberapa wilayah Kota Medan. Penyampaian ini menjadi ajakan moral dan spiritual agar umat Muslim semakin meningkatkan kepedulian sosial.
Di awal khutbah, Paidi menegaskan bahwa sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan, terutama ketika diberikan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. Sebelum mengutip dasar-dasar syariat tentang sedekah, beliau mengingatkan jamaah mengenai janji Allah kepada hamba yang dermawan. “Sedekah tidak akan mengurangi harta sedikit pun. Justru Allah akan melipatgandakan balasannya dan membuka pintu rezeki bagi yang memberi,” ujarnya.
Peristiwa banjir yang melanda sebagian masyarakat Medan turut menjadi sorotan dalam khutbah tersebut. Paidi menyampaikan bahwa musibah adalah bagian dari ujian hidup yang mengajarkan umat untuk saling membantu. “Banjir yang menimpa saudara-saudara kita adalah ujian dari Allah SWT. Ujian ini mengingatkan kita untuk hadir, menguatkan, dan menolong mereka yang membutuhkan,” katanya.
Beliau juga menekankan bahwa sedekah memiliki makna luas dan tidak terbatas pada pemberian materi. Sebelum menjelaskan lebih jauh, Paidi mengajak jamaah memahami bahwa setiap bentuk kebaikan memiliki nilai ibadah. “Sedekah itu tidak hanya berupa uang atau barang. Tenaga, perhatian, bahkan doa yang tulus untuk saudara kita yang terdampak banjir juga merupakan sedekah yang sangat bernilai di sisi Allah,” jelasnya.
Dalam khutbah tersebut, Paidi mengajak jamaah untuk berperan aktif dalam aksi sosial kemanusiaan melalui masjid, lembaga zakat, maupun gerakan kepedulian masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kontribusi sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar jika dilakukan dengan ikhlas. “Setiap bantuan yang kita berikan, biarpun kecil, tetap akan menjadi pahala besar apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah,” ungkapnya.
Khutbah ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan bagi warga yang terdampak banjir, serta melindungi masyarakat dari berbagai bencana. Suasana Jumat berlangsung khusyuk, dan banyak jamaah tampak tergerak untuk turut serta dalam gerakan kepedulian sosial.
Khutbah yang disampaikan Paidi, S.Ag., tersebut kembali menegaskan pentingnya sedekah sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Pesan ini diharapkan mampu memperkuat budaya tolong-menolong di tengah masyarakat dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.

