Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Masdar Tambusai, S.Ag., berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, Selasa, 15 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian penyuluh terhadap kondisi sosial masyarakat di lingkungan binaannya. Bantuan sembako diberikan sebagai bentuk perhatian dan upaya meringankan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan berlangsung dengan penuh kepedulian dan semangat berbagi.
Dalam kegiatan tersebut, Masdar menyampaikan bahwa berbagi dengan sesama merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak semata-mata dilihat dari jumlahnya, tetapi juga dari keikhlasan dan kepedulian kepada orang lain. “Semoga bantuan sembako ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat yang menerimanya,” ujar Masdar.
Selain itu, Masdar mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat saling membantu, khususnya kepada mereka yang sedang menghadapi keterbatasan. Ia menilai kepedulian sosial perlu terus dibangun agar hubungan antarsesama semakin erat dan kehidupan masyarakat berjalan harmonis. “Berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak, karena sekecil apa pun yang kita berikan dengan ikhlas insyaallah dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Sementara itu, kegiatan berbagi sembako tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial. Senada dengan hal itu, Masdar berharap kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dapat terus tumbuh dan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, membantu sesama merupakan bentuk nyata dari ajaran Islam yang mengajarkan umat untuk saling peduli dan menguatkan. “Kita berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus peduli dan hadir membantu saudara-saudara yang membutuhkan,” tuturnya.
Masdar juga menyampaikan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar. Selain memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, perhatian dan kepedulian juga dapat diwujudkan melalui dukungan moral serta kehadiran ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Karena itu, semangat berbagi diharapkan tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial antara Penyuluh Agama Islam dan masyarakat.
Pembagian sembako berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima bantuan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus meringankan sebagian kebutuhan masyarakat yang menerima bantuan. Selain itu, semangat berbagi diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan membantu sesama sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga kegiatan tersebut menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi pemberi maupun penerima bantuan.

