Medan (Humas) — Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat melalui program “KUA Berdampak”, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas terus mengintensifkan kegiatan Tahsin Al-Qur’an di Masjid Ridho Sobirin, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
Program Tahsin Al-Qur’an tersebut sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., pada bulan Ramadan 1447 H/2026 M dan hingga kini terus berjalan secara rutin setiap Selasa siang.
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ridho Sobirin itu diikuti antusias oleh ibu-ibu perwiritan dari berbagai lingkungan di Kecamatan Medan Amplas. Suasana pembinaan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat belajar Al-Qur’an.
Para peserta dibimbing langsung oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, di antaranya Muhammad Salim, S.Pd.I., Dr. H. Syarto, Lc., M.A., Hj. Sulfia Rahmi, M.A., H. Harun Arrasyid, Lc., M.A., Nurbaiti, S.Pd.I., Dewi Anggraini, S.H.I., dan Liza Purba, S.H.I.
Dalam sesi pembinaan, Muhammad Salim yang juga dikenal sebagai Qori Nasional memberikan praktik langsung pembacaan Surah Al-Fatihah sesuai kaidah tajwid dan makhārijul huruf yang benar. Para peserta kemudian mengikuti arahan serta memperbaiki bacaan secara bersama-sama di bawah pendampingan para penyuluh.
Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa program Tahsin Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk nyata implementasi “KUA Berdampak” dalam membangun masyarakat yang religius dan dekat dengan Al-Qur’an.
“Kami terus mendorong para penyuluh agama agar aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pembinaan yang berdampak langsung bagi umat. Tahsin Al-Qur’an ini menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas bacaan dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun semangat belajar Al-Qur’an secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Muhammad Salim, S.Pd.I., dalam pembinaannya menegaskan bahwa belajar tahsin merupakan bagian penting dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
“Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan bentuk penghormatan kita terhadap Kalamullah. Karena itu, memperbaiki bacaan melalui tahsin menjadi hal yang sangat penting agar setiap ayat yang dibaca sesuai dengan kaidah tajwid dan makhārijul huruf,” ungkapnya.
Selain fokus pada perbaikan bacaan, kegiatan juga menjadi sarana pembinaan spiritual dan penguatan semangat keislaman di tengah masyarakat, khususnya kaum ibu sebagai madrasah pertama dalam keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme peserta. Para jamaah tampak aktif mengikuti praktik bacaan serta berdiskusi mengenai berbagai kesalahan yang sering terjadi dalam membaca Al-Qur’an.

