Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan terus berupaya mewariskan nilai-nilai keteladanan kepada umat melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kota Medan, Darsono, dalam kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Jejak Langkah Sang Pelopor di Nusantara yang mengisahkan perjalanan hidup Yang Mulia Ashin Jinarakkhita, Bhikkhu Indonesia pertama, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana refleksi sekaligus edukasi bagi umat Buddha untuk mengenal lebih dekat perjuangan YM. Ashin Jinarakkhita dalam membangkitkan dan mengembangkan agama Buddha di Indonesia. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, pengurus Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Provinsi Sumatera Utara, serta tokoh dan umat Buddha dari berbagai daerah.
Film dokumenter tersebut menggambarkan perjalanan panjang YM. Ashin Jinarakkhita dalam menyebarkan Dhamma, membina umat, serta memperkuat persatuan umat Buddha di Nusantara. Melalui pendekatan yang mengedepankan toleransi, semangat kebangsaan, dan persaudaraan, beliau berhasil meletakkan fondasi penting bagi perkembangan agama Buddha di Indonesia.
Plt. Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kota Medan, Darsono, menyampaikan bahwa keteladanan YM. Ashin Jinarakkhita memiliki makna yang sangat relevan bagi kehidupan umat Buddha saat ini. Menurutnya, semangat pengabdian, pelayanan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai luhur yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mampu menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Beliau menunjukkan bahwa menyebarkan Dhamma tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui keteladanan, pelayanan, dan kepedulian kepada sesama. Nilai-nilai itu sangat penting untuk terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pembinaan umat Buddha saat ini,” ujar Darsono.
Ia menambahkan bahwa kegiatan nonton bareng tidak sekadar menjadi ajang mengenang jasa seorang tokoh besar, tetapi juga merupakan media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan sejarah perkembangan agama Buddha di Indonesia kepada generasi muda. Melalui pemahaman sejarah tersebut, diharapkan lahir generasi yang mampu melanjutkan semangat pengabdian serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Kami berharap nilai-nilai perjuangan YM. Ashin Jinarakkhita dapat menginspirasi umat Buddha, khususnya generasi muda, untuk terus berkontribusi dalam pembinaan umat, menjaga persatuan, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diakhiri dengan sesi diskusi yang membahas nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, serta pengabdian YM. Ashin Jinarakkhita dalam membangun kehidupan umat Buddha di Indonesia. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pandangan sekaligus memperdalam pemahaman peserta mengenai pentingnya keteladanan dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak hanya memperkuat pemahaman ajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keteladanan, persaudaraan, dan moderasi beragama. Semangat yang diwariskan YM. Ashin Jinarakkhita diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi umat Buddha dalam memperkokoh kerukunan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

