Medan (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., bersama Camat Medan Sunggal, Irfan Abdillah, S.STP., M.SP., bersinergi mewujudkan gerakan ekoteologi melalui kegiatan gotong royong membersihkan bantaran Sungai Sunggal di Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh lurah dan kepala lingkungan se-Kecamatan Medan Sunggal, unsur Polsek Medan Sunggal, Koramil 0201-06/Medan Sunggal, serta masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Aksi tersebut meliputi pembersihan sampah yang menumpuk akibat pembuangan sampah ilegal, pembersihan aliran Sungai Sunggal, serta penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai. Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur tanah agar terhindar dari erosi, sekaligus menciptakan kawasan hijau yang asri, sejuk, dan bermanfaat bagi keberlangsungan ekosistem di sekitar sungai.
Dalam arahannya, Camat Medan Sunggal, Irfan Abdillah, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya bersama. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), sekaligus meminimalkan dampak banjir yang kerap terjadi akibat saluran air yang tersumbat sampah.
“Kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih. Dengan lingkungan yang bersih, berbagai penyakit seperti DBD dapat dicegah dan risiko banjir dapat diminimalkan. Karena itu, mari kita rawat lingkungan kita dengan sebaik-baiknya melalui semangat gotong royong,” ujar Irfan Abdillah.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, Agus Salim, menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari implementasi ajaran agama. Ia mengingatkan firman Allah SWT bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat ulah manusia. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai menjadi salah satu penyebab tersumbatnya saluran air yang berujung pada banjir dan merugikan masyarakat sendiri. “Allah SWT telah mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena perbuatan manusia. Oleh sebab itu, mari kita hentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai, rajin membersihkan lingkungan, dan menanam pohon agar bantaran Sungai Sunggal tetap kokoh, hijau, dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang,” tutur Agus Salim.
Melalui kolaborasi antara KUA Medan Sunggal, Pemerintah Kecamatan Medan Sunggal, aparat keamanan, dan masyarakat, gerakan ekoteologi diharapkan menjadi budaya yang terus berkelanjutan. Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan wujud pengamalan nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ciptaan Tuhan. Dengan semangat gotong royong, Bantaran Sungai Sunggal diharapkan menjadi kawasan yang bersih, hijau, sehat, serta mampu mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

