Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Lela Hamidah, S.Ag., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Amaliyah, Jalan Jawa, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan penuh khidmat dan antusias. Dalam kesempatan itu, Lela menyampaikan tausiyah tentang makna dan kandungan QS. At-Taghabun ayat 11.
Dalam tausiyahnya, Lela menjelaskan bahwa setiap musibah, ujian, maupun kesulitan yang terjadi dalam kehidupan merupakan bagian dari ketetapan dan izin Allah SWT. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya menerima setiap ketentuan Allah dengan penuh keimanan, kesabaran, dan tawakal. Pemahaman tersebut sejalan dengan kandungan QS. At-Tagabun ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah memberikan petunjuk kepada hati orang-orang yang beriman.
“Tidak ada satu pun musibah yang terjadi di luar izin dan kehendak Allah SWT. Ketika seorang hamba memiliki keimanan yang kuat, maka Allah akan memberikan petunjuk serta ketenangan kepada hatinya dalam menghadapi setiap ujian,” ujar Lela. Ia menambahkan bahwa keimanan menjadi kekuatan bagi seorang muslim agar tidak mudah berputus asa dan tetap memiliki keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT.
Menurutnya, hati yang dipenuhi keimanan akan lebih mudah menerima takdir dan tidak menyalahkan keadaan ketika menghadapi kesulitan. Seorang mukmin juga harus tetap berusaha memperbaiki diri sambil terus memanjatkan doa kepada Allah SWT. “Beriman bukan berarti hanya menerima keadaan tanpa melakukan apa-apa, tetapi tetap berikhtiar, berdoa, bersabar, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah,” katanya.
Lela juga mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari setiap ujian yang dihadapi dalam kehidupan. Musibah tidak selalu menjadi tanda kebencian Allah SWT, tetapi dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa, meningkatkan derajat, serta mendekatkan seorang hamba kepada-Nya. Dengan memahami hal tersebut, jamaah diharapkan mampu menghadapi berbagai cobaan dengan hati yang lebih lapang dan penuh keyakinan.
Di akhir tausiyah, Lela mengajak seluruh jamaah Majelis Taklim Amaliyah untuk terus memperkuat iman, memperbanyak doa, serta bersabar dalam menghadapi setiap cobaan. Ia menekankan pentingnya bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar terbaik dalam menjalani kehidupan. “Mari kita jadikan setiap ujian sebagai jalan untuk semakin dekat kepada Allah SWT, karena dengan keimanan, kesabaran, dan tawakal, hati akan memperoleh ketenangan serta kekuatan dalam menjalani kehidupan,” tutupnya.

