Medan (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berbudaya lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pembinaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS) Menuju Adiwiyata Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan di Hotel Grand Kanaya, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Sarianto, bersama kepala madrasah dan operator Adiwiyata dari berbagai madrasah di Kota Medan.
Pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya sekolah dan madrasah berwawasan lingkungan melalui Program Adiwiyata Tahun 2026. Selain diikuti oleh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP, kegiatan ini juga melibatkan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta. Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi mengenai implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah, pemenuhan indikator Adiwiyata, serta strategi membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Keikutsertaan Kementerian Agama Kota Medan dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi dengan Pemerintah Kota Medan dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan ramah lingkungan. Melalui pembinaan tersebut, diharapkan setiap madrasah mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus menanamkan karakter cinta lingkungan kepada seluruh warga madrasah, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.

Ketua Pokjawas Madrasah Kementerian Agama Kota Medan, Sarianto, mengatakan bahwa Program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi lebih dari itu merupakan gerakan bersama untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada para peserta didik.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap seluruh madrasah semakin memahami pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari proses pendidikan. Lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitarnya,” ujar Sarianto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata sangat ditentukan oleh komitmen seluruh warga madrasah. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga komite madrasah dalam menerapkan berbagai program pelestarian lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan yang terus memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan. Semoga melalui sinergi yang baik ini semakin banyak madrasah di Kota Medan yang mampu meraih predikat Adiwiyata dan menjadi contoh dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan sekaligus mendorong lahirnya madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, hijau, dan berbudaya lingkungan.

