Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H. Tamrin Butar Butar, S.Ag., S.Pd.I., melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) melalui siaran Radio Aqila FM, Selasa (28/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan tausiyah dengan tema “Enam Hal yang Dapat Merusak Amal”. Melalui pembinaan ini, PAI Kemenag Medan mengajak masyarakat untuk menjaga keikhlasan dan meningkatkan kualitas amal dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, H. Tamrin menjelaskan bahwa amal yang dilakukan seorang muslim tidak hanya dinilai dari banyaknya perbuatan baik, tetapi juga dari niat dan cara menjaganya. Amal dapat kehilangan nilai apabila dilakukan dengan tujuan yang tidak sesuai dengan tuntunan agama atau disertai perilaku yang dapat merusak keikhlasan. Oleh karena itu, setiap muslim perlu melakukan introspeksi agar amal yang dikerjakan senantiasa mendapat rida Allah SWT.
“Enam hal yang dapat merusak amal di antaranya adalah menyekutukan Allah, riya, mengungkit-ungkit pemberian, menyakiti orang lain, sombong, serta melakukan perbuatan maksiat,” ujar H. Tamrin. Ia menekankan bahwa berbagai perilaku tersebut perlu dihindari karena dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai kebaikan yang telah dilakukan. Menurutnya, menjaga hati dan meluruskan niat merupakan bagian penting dalam mempertahankan kualitas amal.
H. Tamrin juga mengingatkan bahwa riya menjadi salah satu sikap yang perlu diwaspadai karena dapat mengubah tujuan ibadah dari mengharap rida Allah menjadi mencari pujian manusia. Selain itu, kebiasaan mengungkit pemberian dan menyakiti perasaan orang lain juga dapat merusak nilai kebaikan yang telah dilakukan. “Amal yang baik harus dilandasi keikhlasan dan tidak boleh disertai keinginan untuk dipuji ataupun merasa lebih baik daripada orang lain,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga diri dari sifat sombong dan berbagai bentuk kemaksiatan. Kesombongan dapat membuat seseorang merasa lebih mulia dibandingkan orang lain, sedangkan kemaksiatan dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kebersihan hati dan keberkahan amal. Karena itu, umat Islam perlu memperbanyak istigfar, memperbaiki diri, serta berusaha menjaga konsistensi dalam menjalankan kebaikan.
Melalui kegiatan Bimluh di Radio Aqila FM tersebut, PAI Kemenag Medan berharap masyarakat dapat memahami berbagai hal yang perlu dihindari dalam menjaga nilai amal. Pembinaan melalui media radio juga menjadi sarana untuk memperluas penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas. “Mari kita terus memperbaiki niat, menjaga hati, dan berusaha melakukan setiap amal semata-mata karena Allah SWT agar kebaikan yang kita kerjakan bernilai ibadah,” tutup H. Tamrin.

