Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Ajak Majelis Taklim Tidak Terlena Kenikmatan Dunia melalui Tadabbur QS. Al-Qalam

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Lela Hamidah, S.Ag., mengajak masyarakat untuk tidak terlena oleh kenikmatan dunia yang bersifat sementara melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim Al Mukmin, Rabu (29/7/2026). Dalam pembinaan tersebut, ia menyampaikan tausiyah bertema tadabbur QS. Al-Qalam ayat 44–45 yang mengingatkan tentang bahaya mendustakan petunjuk Allah SWT, hakikat istidraj, serta pentingnya memanfaatkan setiap nikmat sebagai jalan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan rasa syukur kepada-Nya. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemenag Medan melalui peran penyuluh agama dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, membangun kesadaran untuk senantiasa bermuhasabah, serta mendorong umat agar istiqamah dalam menjalankan ibadah dan amal saleh.

Dalam penyampaiannya, Lela menjelaskan bahwa QS. Al-Qalam ayat 44–45 merupakan peringatan keras bagi orang-orang yang tetap mendustakan kebenaran setelah datangnya petunjuk dari Allah SWT. Ia menerangkan bahwa nikmat berupa kesehatan, harta, maupun kedudukan tidak selalu menjadi tanda keridhaan Allah, melainkan dapat menjadi bentuk istidraj apabila tidak disertai rasa syukur dan ketaatan. Oleh karena itu, setiap muslim perlu melakukan introspeksi diri agar tidak terbuai oleh kesenangan dunia yang bersifat sementara.

“Limpahan rezeki, kesehatan, dan berbagai kemudahan hidup hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk semakin bersyukur dan taat kepada Allah SWT. Jangan sampai nikmat tersebut justru membuat kita lalai beribadah dan merasa aman dari peringatan Allah,” ujar Lela.

Ia juga menyampaikan bahwa Allah SWT Maha Penyabar dengan memberikan kesempatan kepada setiap hamba untuk bertaubat sebelum datangnya balasan atas setiap perbuatan. Kesempatan hidup yang masih diberikan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, menjaga salat, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, serta mempererat silaturahmi sebagai bekal menuju kehidupan yang penuh keberkahan. Menurutnya, seluruh amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi investasi terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirat.

“Jangan pernah merasa cukup dengan ibadah yang telah kita lakukan. Teruslah memperbaiki keimanan dan ketakwaan, manfaatkan setiap kesempatan untuk bertaubat, serta jadikan setiap nikmat sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa Allah Maha Adil dan setiap amal akan memperoleh balasan yang setimpal,” pesannya.

Melalui kegiatan bimluh ini, Kemenag Medan berharap nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Al-Qalam ayat 44–45 dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah diharapkan semakin berhati-hati dalam menyikapi berbagai kenikmatan dunia, senantiasa bersyukur, serta terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak. Dengan demikian, pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin dapat memperkuat keimanan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya pribadi muslim yang istiqamah dalam kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *