Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan kepada Pasien LRPPN tentang Pentingnya Menjaga Lisan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Komala Dewi, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama kepada para pasien di LRPPN pada Rabu (22/7/2026). Mengangkat tema “Dampak Bahaya Lisan bagi Kehidupan”, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga ucapan sebagai bagian dari akhlakul karimah yang diajarkan dalam Islam.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti penyampaian materi dengan antusias serta memanfaatkan sesi diskusi untuk berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang komunikatif, penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi penguatan spiritual sekaligus motivasi bagi para pasien dalam membangun pribadi yang lebih baik.

Dalam materinya, Komala Dewi menjelaskan bahwa lisan merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang harus dijaga penggunaannya. Menurutnya, tidak sedikit persoalan dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia kerja, bermula dari ucapan yang diucapkan tanpa pertimbangan. Karena itu, setiap muslim diperintahkan untuk membiasakan berkata baik atau memilih diam apabila tidak mampu menyampaikan sesuatu yang bermanfaat.

Ia mengingatkan bahwa setiap perkataan yang diucapkan manusia akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Sebagai penguat materi, Komala Dewi mengutip firman Allah SWT dalam Surah Qaf ayat 18 yang menjelaskan bahwa tidak ada satu kata pun yang diucapkan seseorang melainkan ada malaikat yang selalu mengawasi dan mencatatnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” Hadis tersebut menjadi pedoman bagi setiap muslim agar senantiasa menjaga lisannya dari perkataan dusta, ghibah, fitnah, adu domba, maupun ucapan yang dapat melukai hati orang lain.

“Lisan memang kecil, tetapi dampaknya sangat besar. Ucapan yang baik dapat menjadi sedekah, menenangkan hati, mempererat persaudaraan, dan membawa keberkahan. Sebaliknya, ucapan yang buruk dapat merusak hubungan, menimbulkan permusuhan, bahkan mendatangkan dosa. Karena itu, marilah kita membiasakan diri berpikir sebelum berbicara agar setiap kata yang keluar bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ujar Komala Dewi.

Antusiasme para peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdialog dan menyampaikan berbagai pengalaman tentang bagaimana menjaga ucapan dapat memperbaiki hubungan dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal penting dalam proses pembinaan mental serta spiritual.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, KUA Kecamatan Medan Petisah terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pasien di LRPPN. Diharapkan nilai-nilai akhlakul karimah, khususnya dalam menjaga lisan, dapat terus diamalkan sehingga tercipta kehidupan yang lebih harmonis, penuh kedamaian, serta mencerminkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *