Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Kecamatan Medan Sunggal, Sindar Purba, Mahla Tarigan, dan Asima Manik melaksanakan bimbingan kerohanian bagi warga binaan di Pusat Rehabilitasi Korban NAPZA Medan Plus yang beralamat di Jalan Jamin Ginting Pasar VII Nomor 43/45, Kelurahan Beringin, Kota Medan, pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Menguatkan Mental dan Spiritual untuk Sembuh dari Kecanduan NAPZA” sebagai upaya memberikan motivasi dan penguatan iman kepada para peserta rehabilitasi.
Bimbingan kerohanian diawali oleh Mahla Tarigan dengan doa bersama dan puji-pujian yang menciptakan suasana penuh pengharapan. Melalui ibadah sederhana tersebut, para peserta diajak untuk membuka hati, membangun semangat baru, serta meyakini bahwa Tuhan senantiasa memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam penyampaiannya, Sindar Purba menegaskan bahwa kesembuhan dari ketergantungan NAPZA harus diawali dengan tekad yang kuat dari dalam diri sendiri. Menurutnya, proses pemulihan tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga selama menjalani rehabilitasi.
“Niat yang kuat dalam diri merupakan jalan menuju kesembuhan dari ketergantungan NAPZA. Untuk terlepas dari kecanduan memang tidak mudah, tetapi dengan kesabaran, proses, dan tekad yang kuat, kita akan mampu melewatinya,” ujar Sindar Purba.
Sementara itu, Asima Manik mengingatkan bahwa kecanduan NAPZA bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membawa penderitaan bagi keluarga. Ia mengajak seluruh peserta untuk berani berubah, meninggalkan kebiasaan lama, dan senantiasa berserah kepada Tuhan agar memperoleh kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.
“Jika kita tidak memiliki kemauan untuk berubah, maka nasib buruk akan terus menghantui kehidupan kita. Diri sendiri, pasangan, anak, dan orang tua ikut merasakan dampaknya. Karena itu, mari berjuang meninggalkan ketergantungan NAPZA dan selalu berserah diri kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan,” tutur Asima Manik.
Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal berharap para peserta rehabilitasi semakin optimis menjalani proses penyembuhan. Penguatan mental dan spiritual diharapkan menjadi bekal penting untuk membangun kehidupan baru yang sehat, produktif, serta terbebas dari penyalahgunaan NAPZA. Sinergi antara pembinaan rohani dan rehabilitasi menjadi langkah nyata dalam membantu para korban bangkit dan kembali diterima di tengah keluarga maupun masyarakat (Paidi).

